Ilustrasi/Foto: REUTERS

PT Solid Berjangka Makassar – HargaLogam Mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini turun ke Rp 782.000/gram. Harga ini tercatat turun Rp 17.000 dari posisi sebelumnya.

Kemarin, Rabu (8/1/2020) harga emas Antam cetak rekor ke Rp 799.000/gram setelah melambung hingga Rp 15.000. Turunnya harga emas batangan lokal ini mengikuti penurunan harga emas global.

“Iya, faktor harga emas global paling besar mempengaruhi pergerakan harga emas lokal,” ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.

Ariston melanjutkan bahwa harga emas global turun juga dipengaruhi oleh meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Seperti diketahui, per 8 Januari 2020 kemarin Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Irak. Namun dipastikan serangan itu tidak melukai satupun pasukan AS.

Bahkan, pejabat tinggi Iran, menyatakan bahwa serangan ini hanya sekadar respons serangan balas karena tewasnya Qaseem Soleimani, Jumat lalu. Teheran pun mengaku tidak berniat untuk melanjutkan peperangan.

“Karena meredanya ketegangan di Timur Tengah pasca serangan militer Iran ditambah statement dari Presiden Trump yang berusaha untuk menurunkan eskalasi perang dengan Iran,” kata Ariston.

Hal ini membuat pasar langsung beralih kepada aset yang lebih berisiko seperti saham.

“Ketegangan yang mereda ini mendorong pelaku pasar kembali mengalihkan asetnya dari aset safe haven kepada aset yang lebih berisiko sehingga harga emas melemah,” imbuhnya.

Akan tetapi, turunnya harga emas ini belum tentu dapat berlanjut dalam jangka panjang.

“Belum tentu, karena pasar masih melihat perkembangan selanjutnya di Timur Tengah, mungkin ada eskalasi lagi, tapi hingga akhir pekan ini tidak ada eskalasi, mungkin tren turun akan berlanjut,” ucapnya.

Untuk perdagangan emas pekan depan diramal Ariston berada di level US$ 1.500 per ons troi.

“Kalau dikonversikan ke harga Antam, kira-kira di kisaran Rp 740.00 – Rp 750.000,” tutupnya.

Mengutip Reuters, Kamis (9/1/2020), harga emas di pasar spot global berada di level US$ 1.559,22 per ons troi atau turun sebesar 1% dari harga sebelumnya yang melonjak ke US$ 1.610,90 per ons troi.