SOLID GOLD BERJANGKA – Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu untuk yang pertama kalinya setelah insiden Turki yang menembak jatuh jet Rusia. Setelah ketegangan selama 9 bulan, kedua negara siap menjalin hubungan bilateral kembali.

“Prioritas utama adalah untuk kembali ke kerjasama sebelum krisis,” kata Putin seperti dilansir BBC, Rabu (10/8/2016).

Pertemuan keduanya berlangsung di St Petersburg, Rusia. Erdogan pun berterima kasih kepada Putin. Dia mengatakan bahwa komunikasi dari Putin setelah percobaan kudeta di Turki sangat berarti.

“Pertemanan Moskow-Ankara akan kembali seperti semula,” ungkap Erdogan.

Salah satu pejabat Turki mengatakan bahwa sudah ada konsensus yang jelas untuk memperbaiki hubungan kedua negara. Kunjungan Erdogan ini sendiri diperhatikan oleh kubu Barat yang khawatir bahwa kedatangannya ke Turki ini berpengaruh pada hubungan di NATO.

“Suasana secara umum sangat positif,” kata pejabat tersebut seperti dilansir Reuters.

Dalam pertemuan ini, Putin menyampaikan rasa prihatin atas percobaan kudeta di Turki. Dia berharap Turki bisa menyelesaikan masalah ini di bawah kepemimpinan Erdogan.

Keduanya juga membahas langkah untuk memulihkan kerjasama perdagangan dan ekonomi, serta pemberantasan terorisme. Ada juga pembahasan soal konflik di Suriah, di mana Turki dan Rusia sebenarnya berada di dua kubu berbeda.

Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menyebut percobaan kudeta di negara itu tidak bisa diterima. Putin berharap agar stabilitas di Turki bisa segera pulih.

“Ini peristiwa dan kekerasan antikonstitusional terhadap kehidupan negara yang sungguh tidak bisa diterima,” sebut Putin soal percobaan kudeta Turki dalam pernyataan yang dirilis Kremlin, seperti dilansir AFP, Senin (18/7/2016).

“Mengharapkan pemulihan yang cepat bagi penegakan konstitusional yang kuat dan stabilitas di Turki,” imbuh Putin.

Putin juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam percobaan kudeta pada Jumat (15/7) malam. Otoritas Turki menyebut, hingga kini lebih dari 290 orang, termasuk 100 pemberontak yang terlibat kudeta, tewas.

Kremlin juga menyinggung rencana untuk menggelar pertemuan pribadi antara Putin dengan Erdogan dalam waktu dekat di masa mendatang.

Kedua kepala negara ini, pada akhir Juni lalu, telah membahas rencana digelarnya pertemuan empat mata. Rencana pertemuan itu dibahas usai Erdogan meminta maaf kepada Putin atas insiden jet tempur Rusia ditembak jatuh militer Turki di perbatasan Suriah, tahun lalu.

Dalam pernyataan pada 1 Juli lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu usai bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov menyatakan, Erdogan bisa terbang ke Sochi pada Agustus untuk menghadiri pertemuan empat mata dengan Putin.

Melalui pernyataan Kremlin, Putin juga meminta Erdogan untuk menjamin keselamatan setiap turis Rusia yang berkunjung ke Turki. Rusia telah merespons permintaan maaf Erdogan atas insiden penembakan jet tempur Rusia dengan mencabut larangan penerbangan maskapai Rusia ke Turki.