bisnis properti

Solid Gold Berjangka. Bisnis property di Singapura dilaporkan sedang lesu menurut survey terhadap developer yang ada di Singapura oleh Urban Redevelopment Authority (URA) yang menunjukkan penjualan rumah di negeri singa ini menurun pada bulan Februari dari tahun lalu. Kelesuan ini terjadi pasca kebijakan pemerintah yang membatasi pinjaman rumah dan kepemilikan asing.

Laporan dari regulator pasar property di Singapura tersebut menyebutkan penjualan rumah di Singapura pada bulan Februari merosot 48 persen dari tahun lalu, secara tahunan  penjualan rumah di Singapura turun ke posisi terendah enam tahun pada tahun 2014. Penjualan turun setengah sampai 7316 unit tahun lalu dari tahun 2013.

Pada bulan Februari, para pengembang atau developer menjual 382 unit bulan dibandingkan dengan 739 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu dilaporkan juga harga perumahan turun 4 persen pada tahun 2014. Pemerintah mulai memperkenalkan kebijakan pembatasan properti residensial pada tahun 2009 dengan suku bunga rendah dan pembatasan permintaan dari pembeli asing imbas  kekhawatiran pasar properti yang overheating dimana harga melonjak 40 persen dalam lima tahun hingga 2013 yang mencapai rekor.

Dari survey regulator pasar property di Singapura tersebut menyebutkan penjualan para pengembang/developer berkurang separuh dari periode sebelumnya. Seperti contoh ada developer yang cukup ternama di Singapura Sims Urban Oasis Pte, yang hanya menjual 112 unit  dari 200 unit property di daerah timur Singapura dari bulan sebelumnya