Bursa Asia Dibuka Variatif Jelang Referendum Inggris

SOLID GOLD  – Bursa Asia dibuka variatif pada perdagangan Kamis, menyusul merahnya bursa Amerika Serikat pada penutupan Rabu, sementara investor tetap menanti hasil referendujm Inggris Kamis ini.

Bursa Australia naik 0,07 persen. Saham-saham pertambangan besar mengalami kenaikan 1 persen, dengan saham Rio Tinto naik 1,35 persen dan  Fortescue naik hingga 4,91 persen.

Indeks Nikkei 225 naik 0,24 persen, sementara indeks Kospi Korea turun 0,39 persen.

Dari daratan Cina, indeks bursa Shanghai turun 0,26 persen dan indeks Shenzhen bergerak mendatar. Di Hong Kong, indeks Hang Seng terkoreksi 0,11 persen.

Pada penutupan bursa AS dini hari tadi, indeks Dow Jones ditutup turun 48,90 poin, atau 0,27 persen, di 17.780,83. S&P 500 turun 3,45 poin, atau 0,17 persen, di 2.085,45, sementara indeks Nasdaq terpangkas 10,44 poin, atau 0,22 persen ke level 4.833,32.

Pasar bergerak cenderung mendatar, ditengah ketidakpastian mengenai referendum berlangsung berlaurt-larut.

“Tampaknya pasar sudah  berada di harga dengan perkiraan  suara ‘bertahan’ menang, berarti pergerakan pasar dan volatilitas sudah jauh berkurang jelang referendum ini,” jelas  Angus Nicholson, analis pasar di spreadbettor IG.

 

Dari daratan Cina, indeks bursa Shanghai turun 0,26 persen dan indeks Shenzhen bergerak mendatar. Di Hong Kong, indeks Hang Seng terkoreksi 0,11 persen.

Pada penutupan bursa AS dini hari tadi, indeks Dow Jones ditutup turun 48,90 poin, atau 0,27 persen, di 17.780,83. S&P 500 turun 3,45 poin, atau 0,17 persen, di 2.085,45, sementara indeks Nasdaq terpangkas 10,44 poin, atau 0,22 persen ke level 4.833,32.

Pasar bergerak cenderung mendatar, ditengah ketidakpastian mengenai referendum berlangsung berlaurt-larut.

“Tampaknya pasar sudah  berada di harga dengan perkiraan  suara ‘bertahan’ menang, berarti pergerakan pasar dan volatilitas sudah jauh berkurang jelang referendum ini,” jelas  Angus Nicholson, analis pasar di spreadbettor IG.