PT SOLID GOLD BERJANGKA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso mengakui ada sebagian keterangan bandar narkoba Freddy Budiman yang benar. Buwas mengakui, harga narkoba di China memang sangat murah sesuai dengan keterangan Freddy.

“Yang disampaikan Freddy Budiman benar adanya yang soal harga. Di sana mungkin sabu-sabunya Rp 100 sampai Rp 200 ribu. Di kita harganya tinggi sekali,” ucap Buwas di Gedung Bank Indonesia (BI), Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Menurut Buwas, meski di Indonesia narkoba dijual dengan harga tinggi tetap saja pemburu barang haram tersebut banyak. Dia mengatakan, pengguna narkoba di Indonesia tetap rela membeli meski harganya tinggi.

“Di kita harga yang tinggi selangit pun laku. Makanya mereka (bandar China) berupaya memasukkan sekecil apapun karena harganya tinggi sekali,” ucapnya.

Untuk mengawasi derasnya arus narkoba yang masuk ke Indonesia, Buwas mengatakan dirinya butuh puluhan ribu personel. Menurutnya, saat ini dia mengalami keterbatasan personel.

“Minimal kita harus punya 74 ribu personel untuk seluruh Indonesia menangani masalah ini. Sekarang yang realnya hanya 4.673 orang untuk awasi seluruh Indonesia. Jadi hal yang tidak mungkin. Tapi karena semangat untuk menyelamatkan negara dan generasi, yang kita andalkan semangatnya saja,” ucapnya.

Kesaksian Freddy Budiman sendiri disampaikan ke koordinator KontraS Haris Azhar. Dalam kesaksiannya ke Haris, Freddy mengatakan harga narkoba di China sangat murah. Freddy bercerita kepada Haris, harga narkoba yang dibeli dari China seharga Rp 5.000.

Sehingga, ia tidak menolak jika ada yang menitipkan harga atau mengambil keuntungan penjualan Freddy. Oknum aparat disebut meminta keuntungan kepada Freddy dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per butir.