Cemas Terhadap Ekonomi Makro, Harga Minyak WTI Turun 3-Sesi Terakhir

SOLID GOLD BERJANGKA – Harga minyak AS ditutup menjauh dari level terendah sesi pada hari Senin karena penguatan dollaryang kehilangan momentum, meskipun prospek ekonomi yang suram di Eropa dan AS membebani harga minyak berjangka.

Pelemahan datang sepekan setelah harga minyak menyentuh level tertinggi 2016 dibalik kembali seimbang yang lebih cepat dari perkiraan di pasar minyak fisik.

Harga minyak berjangka kembali merangkak naik karena terhentinya reli dollar.

Namun, dollar masih lebih tinggi sekitar 1.4% dari level terendah Juni, ditopang oleh kehawatiran Brexit, kecemasan terhadap ekonomi Asia dan prospek potensi kenaikan suku bunga AS. Penguatan dollar membuat impor bahan bakar untuk negara-negara yang menggunakan mata uang lain lebih mahal.

Ketakutan bahwa Inggris akan memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada bulan ini, membuat indeks saham lebih rendah pada hari Senin, dan itu dapat memangkas lebih besar dari kenaikan harga minyak baru-baru ini ucap para trader.

Harga minyak AS berakhir 19 sen lebih rendah, atau 0.4%, di $48.88 per barel, setelah sempat turun ke $48.13.