SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Seorang wanita Mississippi, Amerika Serikat dijatuhi vonis penjara 12 tahun karena memberikan dukungan material kepada kelompok radikal ISIS. Vonis dijatuhkan setelah dia dan suaminya berkonsiprasi dengan seorang agen FBI yang menyamar, untuk pergi ke Suriah dan membantu kampanye media ISIS.

Sebelumnya, dalam persidangan pada Maret lalu, Jaelyn Delshaun Young telah mengaku bersalah atas dakwaan mencoba membantu ISIS. Begitu pula dengan terdakwa kedua, suaminya yang bernama Muhammad Oda Dakhlalla (23).

Dalam sidang putusan yang digelar Distrik Utara Mississippi pada Kamis, 11 Agustus waktu setempat, Hakim Sharion Aycock menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Young. Wanita berumur 20 tahun itu juga akan berada dalam pengawasan selama 15 tahun setelah dirinya bebas dari penjara.

Adapun Dakhlalla akan divonis pada 24 Agustus mendatang. Demikian statemen Departemen Kehakiman seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/8/2016).

Young Dakhlalla ditangkap di bandara Mississippi pada Agustus 2015 saat mencoba naik ke penerbangan menuju Turki. Postingan Young di Twitter mengenai keinginannya untuk bergabung dengan ISIS, mendapat perhatian Biro Investigasi Federal (FBI) pada Mei 2015. Seorang agen FBI kemudian menyamar sebagai perekrut ISIS dan mulai berkorespondensi dengan Young dan suaminya.

Kepada agen FBI yang menyamar itu, Young dan Dakhlalla mengatakan bahwa mereka akan membantu ISIS memperbaiki kekeliruan mengenai ISIS di media-media AS, misalnya mengenai pemberitaan bahwa ISIS menjual gadis-gadis muda sebagai budak seks.

Menurut catatan persidangan, pasangan itu termotivasi untuk bergabung dengan ISIS setelah melihat eksekusi-eksekusi yang dilakukan ISIS pada orang-orang yang mereka anggap tidak bermoral. Juga karena pasangan itu menganggap ISIS sebagai “pembebas” sebagian wilayah Suriah dan Irak.