Dolar AS Melemah ke Rp 13.075

SOLID GOLD BERJANGKA – Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam tersebut bergerak di kisaran Rp 13.000.

Berdasarkan data perdagangan Reuters, Senin (1/8/2016), dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.097 dibandingkan akhir pekan lalu di Rp 13.107.

Dolar AS terus bergerak melemah dan mencapai posisi terendahnya pagi ini di Rp 13.075.

Dolar AS mencoba naik ke level Rp 13.080 dan akhirnya kembali ke posisi Rp 13.075.

Secara year to date (ytd), dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 5,25%.

dalam perdagangan valuta asing hari ini khsusunya rupiah mengalami tekanan yang cukup tinggi bagi perekonomian Indonesia yang sudah memasuki angka Rp 13.212,50 per US Dollar.

Indeks dollar AS masih berada dalam momentum menguat yang signifikan. Terhadap euro mata uang Amerika Serikat masih berada di level kisaran terendah dalam nyaris 12 tahun belakangan. Kondisi menguatnya dollar disebabkan oleh perkiraan bahwa Fed akan segara mulai menaikkan suku bunga acuannya, lebih cepat dari ekspektasi.

Saat ini para pelaku pasar bersifat defensif terhadap dollar AS jelang rapat dewan moneter Fed yang akan berlangsung hari Selasa dan Rabu besok. Melihat kondisi ekonomi makro dalam negeri yang masih cukup kuat diperkirakan jika Fed sudah memberikan waktu yang pasti untuk kenaikan suku bunga, pergerakan valas akan stabil.

Hari ini rupiah dibuka pada posisi 13.212,50 per dollar AS. Mata uang lokal tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 7,20 poin atau setara dengan 0,05 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan Jumat soreĀ  yang ada di level 13.205,30 per dollar. Saat ini nilai tukar rupiah terpantau makin merosot dari level pembukaan yaitu pada posisi 13.230,00 per dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini berpotensi untuk mengalami penutupan di teritori negatif. Tekanan jual terhadap mata uang dalam negeri sangat besar sehingga kemungkinan hari ini rupiah akan kembali capai di kisaran terendah dalam 17 tahun yang dicapai pada perdagangan minggu lalu.

Mata uang rupiah hari ini berpotensi mengetes level support pada posisi 13.250 dan 13.280 per dollar. Sedangkan level resistance harian yang akan dites ada pada 13.200 dan 13.150 per dollar.