teropongbisnis.com-financeroll.co.id

teropongbisnis.com-financeroll.co.id

Dolar AS mengalami kenaikan pada transaksi hari Kamis ini pasca rilis risalah pertemuan Federal Reserve yang menunjukkan bank sentral mempertimbangkan pengurangan program pembelian obligasi dalam waktu dekat.

Indeks dolar ICE yang merupakan indeks dolar AS terhadap enam mata uang lainnya, naik ke level 81.600 dari 81.001 saat sesi penutupan transaksi pada hari Rabu kemarin di Amerika Utara, sementara indeks dolar WSJ naik ke level 73.54 dari 73.37.

Hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Oktober lalu mengisyaratkan bahwa Federal Reserve akan mengurangi pembelian obligasinya lebih awal dari beberapa partisipan pasar perkirakan, yang mengakibatkan imbal hasil pada obligasi Treasury mengalami kenaikan pada level tertingginya sejak bulan September lalu.

Sementara itu euro turun ke level $1.3423, dari level $1.3440 saat sesi penutupan pada transaksi hari Rabu kemarin, memperpanjang penurunan laporan dari Bloomberg News menyatakan bahwa Bank Sentral Eropa akan menjadikan tingkat suku bunga deposit yang negatif jika diperlukan.

Dolar Australia terlihat mengalami penurunan tajam, turun ke level 93.06 sen AS dari level 93.35 sen AS, dengan penurunan terjadi pasca data awal dari HSBC menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor manufaktur China menurun. Dolar Australia cenderung sensitif terkait perkiraan ekonomi China, sebagai Negara pasar utama bagi produk Australia.

Mata uang lainnya juga mengalami penurunan, dengan British poundsterling turun ke level $1.6083 dari level $1.6105 terhadap yen Jepang, sementara itu dolar naik ke level ¥100.45, naik dari level ¥100.02 — pergerakan tersebut telah mengakibatkan Tokyo Nikkei Stock Average mengalami gain sebesar 1.9% pada hari Kamis ini.

Sumber :

rf-berjangka.com