Dollar

Indeks dollar masih lebih rendah setelah melemah dari level tertinggi lima tahun di tengah spekulasi bahwa penguatan mata uang terlalu cepat dan sebelum dirilisnya data AS besok yang di perkirakan akan menunjukkan pertumbuhan kerja melambat.

Indeks dollar menguat sebesar 10% dalam periode lima bulan sampai November, mengirim indikator RSI pada pekan lalu untuk di atas level 70, yang bagi beberapa trader menilai bahwa aset mungkin akan terkoreksi. Yield Treasury AS masih berada di bawah rata-rata tahun ini. Dollar Australia berada di dekat level terendah empat tahun sebelum pertemuan Reserve Bank pada hari ini untuk menetapkan kebijakan. Yen masih lebih kuat dari kemarin setelah Moody’s Investor memangkas peringkat kredit Jepang.

“Yield ASĀ  tidak dapat naik dalam lingkungan dimana yield tidak naik secara global, jadi itu yang menyebabkan aksi ambil untuk dalam posisi dollar.” kata Naohiro Nomoto, analis di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di New York. ” Pada akhirnya dollat akan menguat, terutama terhadap yen dan euro, karena pelonggaran moneter di bank sentral negara tersebut.”

Dollar tergelincir sebesar 0.1% menjadi 118.35 yen dari kemarin, ketikayen menyentuh level 119.14, itu adalah level terkuat sejak Agustus 2007. Euro tidak banyak berubah di kisaran $1.2468 dan tergelincir sebesar 0.1% menjadi 147.52