Dollar terpantau mixed di Asia Pada perdagangan valuta asing di hari Jumat(17/10) mata uang yen telah diperdagangkan melemah dalam sesi Asia, sementara dolar Australia menguat dimana tidak ada data utama dirilis pada kawasan tersebut.

Selama berlangsungnya perdagangan, USDJPY diperdagangkan menguat 0.09% di level 106.44, AUDUSD menguat 0.14% di level 0.8770, dan EURUSD melemah 0.05% di level 1.2803.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan sebelumnya bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran awal pada pekan yang berakhir di 11 Oktober, telah alami penurunan sebesar 23.000  menjadi  264.000, dari jumlah minggu sebelumnya dari 287.000.

Pasar  telah memperkirakan klaim pengangguran akan naik 3.000 menjadi 290.000.

Laporan resmi secara terpisah menunjukkan bahwa produksi industri AS naik 1.0% bulan lalu, mengalahkan ekspektasi untuk naik 0.4%.

Selain itu, the Fed pada kawasan Philadelphia mengatakan indeks manufaktur jatuh ke 20,7 bulan ini dari pembacaan 22,5 pada bulan September. Para analis telah memperkirakan indeks menurun menjadi 20,0 pada bulan Oktober.

Greenback juga mendapat dukungan setelah Presiden AS Barack Obama mengatakan pada Rabu bahwa pusat negara Pengendalian dan Pencegahan Penyakit akan mengirimkan tim respon cepat untuk setiap dugaan kasus Ebola baru di AS

Komentar Obama muncul setelah infeksi  kedua seorang pekerja kesehatan Texas.

Indeks Dolar yang menunjukan kinerja greenback terhadap mata uang utama lainnya, telah diperdagangkan melemah 0.02% di level 85.01.