EUR/USD tergerus lebih dari 0,65% di hari Kamis & ditutup di bawah 1,14

SOLID GOLD BERJANGKA – EUR/USD terjungkal tajam, menghapus semua keuntungan dari sesi sebelumnya, dengan keduanya Mario Draghi dan George Soros menyuarakan kekhawatiran tentang keadaan ekonomi kawasan euro, serta kondisi ekonomi global keseluruhan.

Pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam kisaran yang ketat antara 1,1305 dan 1,1416, sebelum menetap di 1,1318, turun 0,69% di sesi tersebut. Dengan volatilnya perdagangan di bulan lalu, euro masih naik hampir 1% terhadap dolar. Meskipun menderita kerugian yang cukup besar di Kamis ini, euro masih menetap di atas 1,13 pada penutupan pasar AS dalam enam sesi berturut-turut.

EUR/USD kemungkinan akan menemui support di 1,1055, level terendah 15 Maret dan resistance di 1,1616, tertinggi 3 Mei.

Dalam pidato yang dipantau cermat di Brussels, Draghi mengecam politisi-politisi di seluruh zona euro untuk membantu reformasi ekonomi yang mangkrak sementara mereka juga melanjutkan agenda politiknya sendiri. Secara khusus, Draghi mencatat bahwa Bank Sentral Eropa melakukan perbaikan berat sendiri di sebagian besar wilayah dengan sedikit bantuan dari para pemimpin politik tertinggi dalam hal memberlakukan kebijakan fiskal yang tepat. Draghi, Presiden ECB, membuat komentar tersebut pada hari Kamis di Perkuliahan Fifth Annual Tommaso Padoa-Schioppa di Forum Ekonomi Brussels.

“Ada banyak alasan politik dimengerti untuk menunda reformasi struktural, tetapi ada beberapa, sangat sedikit, alasan ekonomi yang baik,” kata Draghi. “Biaya penundaannya hanya terlalu tinggi.”

Komentar Draghi datang satu hari setelah ECB meluncurkan program obligasi korporasi yang luas, perangkat penyelesaian terbaru untuk membantu meningkatkan inflasi yang masih rendah. Obligasi tersebut akan terbatas pada sekuritas bernilai investasi, menurut ECB, di mana euro adalah mata uang dan diterbitkan di zona euro. ECB diperkirakan akan merilis daftar perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi di bulan berikutnya.

Imbal hasil Jerman 10-Tahun merosot ke level rekor terendah sepanjang masa 0,028%, sebelum rebound sedikit ke 0,03, turun dua basis poin di sesi tersebut. Imbal hasilAS 10-Tahun turun dua basis poin menjadi 1,69%. Selama hasil keuntungan berlanjut, baik imbal hasil AS dan Jerman 10-tahun telah jatuh lebih dari 75 basis poin selama setahun terakhir.

Di tempat lain, Bloomberg melaporkan bahwa investor miliarder George Soros telah mengambil peran lebih aktif dalam kegiatan perdagangan keluarganya, di tengah munculnya badai yang menerpa ekonomi global. Kemudian, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Wall Street Journal, Soros mengutip sejumlah kekhawatiran membebani prospek ekonomi saat ini termasuk: ekonomi China yang dililit utang, perjuangan ekonomi terus-menerus di Yunani, krisis migrasi kawasan euro yang sedang berlangsung dan potensi Brexit berpisah dari Uni Eropa dalam referendum kontroversial dalam dua minggu mendatang.

Akibatnya, investor masuk ke dalam aset safe haven seperti emas dan yen Jepang pada Jumat pagi ini. USD/JPY turun lebih dari 0,25% ke harga intraday terendah di 106,25, level terendah di bulan ini. Sejak penutupan Mei di atas 110, dolar telah jatuh hampir 4% terhadap yen.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap kelompok enam mata uang utama lainnya, naik lebih dari 0,50% ke intraday tertinggi di 94,11 sebelum ditutup dekat dengan sesi level tertinggi. Indeks telah jatuh lebih dari 5% sejak awal Desember.

Pedagang valuta asing masih menunggu selesainya pertemuan dua hari Federal Reserve di minggu depan agar mengetahui lebih lanjut tentang potensi perbedaan antara Fed dan ECB. Fed telah mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di tiga pertemuan pertamanya tahun ini.

Tiap kenaikan suku bunga oleh Fed di tahun 2016 ini dipandang sebagai tren bullish untuk dolar karena investor asing melihat hasil keuntungan yang lebih tinggi dari greenback.