emas anjlok

solid gold berjangka. Emas berjangka turun ke level terendah dalam lebih dari dua pekan seiring kemerosotan harga minyak telah mengurangi daya tarik terhadap logam mulia sebagai alat lindung inflasi. Tingkat volatilitas logam mulia naik ke level tertinggi sejak Januari.

Indeks volatilitas selama 60 hari terakhir mencapai level 18.4, itu adalah yang tertinggi sejak 10 Januari. Berdasarkan data yang di kompilasi oleh Bloomberg, jumlah perdagangan secara keseluruhan sekitar 22% di bawah rata-rata pergerakan 100 hari pada saat ini.

Di bulan November, emas sempat menyentuh level $1,130.40/onz, itu adalah level terendah empat tahun. Pekan lalu, kepemilikan investasi di bursa terbesar yang memperdagangkan emas turun ke level terendah sejak tahun 2009 seiring melonjaknya dollar ke level tertinggi lima tahun terhadap 10 mata uang utama pada outlook untuk tingginya suku bunga AS. Minyak mentah berjangka pada hari Senin anjlok sekitar 3,% di New York.

“Lingkungan secara keseluruhan masih sangat negatif untuk emas,” kata Phil Sterible, analis komoditas senior di R.J. O’Brien & Associates di Chicago. “Pasar masih akan volatile karena perdagangan akan masih sangat tipis dalam dua pekan mendatang.”

Emas berjangka untuk kontrak Februari turun sebesar 1.7% untuk settle di $1,179.80 di Comex di New York. Logam mulia telah anjlok sebesar 15% dari level tertinggi tahun ini di $1,392.60 yang di capai pada tanggal 17 Maret.

Harga emas memperpanjang pelemahan seiring indeks dollar menghapus penurunannya dan harga minyak jatuh lebih lanjut. Departemen Perdagangan AS pada hari Selasa akan merilis data GDP kuartal ketiga