587a40326122a65ec11ed4b7e293dd36

Emas naik ke level tertingginya dalam tiga pekan terakhir, bersiap untuk menghentikan penurunan mingguan terpanjang sejak September lalu, karena meningkatnya permintaan aset safe haven terkait kerusuhan di Timur Tengah dan ketegangan di Ukraina.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,5 persen ke level $1,318.72 per ounce, tertinggi sejak 18 Juli lalu dan berada di level $ 1,318.53 pukul 13:05 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Logam membalikkan kerugian sebesar 0,3 persen pasca Presiden AS Barack Obama mengizinkan serangan udara di Irak. Penguatan hari keempat akan menjadi reli terpanjang sejak Juni lalu.

Pertempuran di Ukraina dan Timur Tengah membantu rebound emas tahun ini dari penurunan terbesarnya dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Rusia melarang impor pertanian dari Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai balasan atas sanksi dan sedang mempertimbangkan pembatasan penerbangan di Eropa dari Amerika Utara dan larangan terbang di atas wilayah Siberia. Israel mengatakan pasukan Hamas melanggar gencatan senjata di Gaza sebelum waktu berakhirnya perjanjian tersebut.

Emas telah meningkat sebesasr 1,9 persen pekan ini bahkan ketika dolar mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir terhadap euro terkait tanda-tanda sudah mulai pulihnya ekonomi AS sementara ekonomi Eropa bergerak fluktuatif. Harga emas turun selama tiga pekan terakhir. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi kemarin mengisyaratkan kebijakan moneter akan menyimpang dari Amerika Serikat untuk jangka waktu yang belum ditentukan