Emas sedang berusaha bangkit menuju kemajuan minggu ketiga setelah reli ke level tinggi dua minggu akibat para investor yang masih enggan meningkatkan pembelian emas mereka akibat ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Harga bulion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada $1,192.03 per ons pada pukul 10:31 siang waktu Singapura, dari $1,193.79 kemarin, menurut data harga Bloomberg. Logam mulia tersebut mengalami kenaikan pada tanggal 18 November ke $1,204.68, level tertinggi sejak tanggal 30 Oktober dan bertambah 0.3 persen pekan ini. Perolehan minggu ketiga yang dicapai saat ini akan menjadi run terpanjang sejak periode yang berakhir pada tanggal 11 Juli.

Swiss Negara Eksportir Emas

Menurut data kemarin, tercatat bahwa bulan lagold 24lu Rusia sedang menggenjot cadangan emasnya. Selain itu, Swiss juga tercatat sebagai negara eksportir emas terbesar untuk pertama kalinya tahun ini. Volume kontrak emas spot di Bursa Pertukaran Emas Shanghai telah berada di atas rata-rata tahun ini pasca libur panjang nasional pada bulan Oktober lalu.

Di Comex New York, pengiriman emas untuk bulan Desember sedikit berubah di posisi $1,191.50 per ons, sementara di Tiongkok dan India, konsumen emas terbesar, permintaan cenderung naik untuk kuartal ke empat, terutama akibat banyaknya festival dan musim pernikahan yang menambah pembelian emas.

Menurut analisa Huang Wei, analis dari Huatai Great Wall Futures Co., data-data ekonomi AS saat ini terus menunjukkan peningkatan yang stabil sementara perekonomian negara lain masih lunglai. Hal inilah yang menjadi support bagi Dolar AS karena arah kebijakan moneter pun berbeda. Pembelian emas fisik telah menigkat sesuai dengan ekspektasi tahun ini, ujarnya.