SOLID GOLD BERJANGKA. Metal berharga tetap menjadi pemimpin komoditi di tahun 2016, dengan perak membukukan kenaikan yang sangat besar 25% dan emas mencatat kenaikan 21%. Tahun ini merupakan tahun permulaan yang baik bagi investor emas. Tetapi, pesta ini kemungkinan hanya baru mulai. Gabungan dari faktor-faktor ekonomi, moneter, matauang dan tehnikal terus berkembang berpihak kepada emas, yang mengkumandangkan potensi naiknya harga emas di tahun 2016, sebagaimana yang disampaikan dalam Kitco.news sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan global tetap lambat: Perkiraan GDP di ekonomi G3 direvisi turun. GDP Jepang diturunkan menjadi 0.4% dari sebelumnya 0.9%. GDP AS menjadi 1.7%. Dan GDP Area Euro 1.5%. Pertumbuhan global yang rendah membuat kebijakan bank sentral lemah dan negatif, yang berarti “bullish” bagi emas.
  2. Tingkat bunga rendah yang lebih lama di AS: Laporan employment bulan April yang tidak baik menghapus kemungkinan kenaikan tingkat bunga di bulan Juni. Non-farm Payrolls di bulan April diperkirakan 200.000 tetapi ekonomi AS hanya sanggup memberikan 160.000 pekerjaan baru. BNP Paribas memperkirakan tidak ada kenaikan tingkat bunga dari the Fed ditahun 2016. Ini adalah bullish bagi emas.
  3. Investor Barat menunjukkan minat baru untuk emas: Arus masuk yang kuat dari ETF terlihat ke dalam dana emas di kuartal pertama dari investor Barat. Data menunjukkan bahwa investor Barat menambah 330 ton emas ke posisi ETF yang mereka pegang di kuartal pertama dari tahun 2016, yang membalikkan arus keluar dari tiga kuartal sebelumnya.
  4. Pasar saham AS memasuki periode yang lemah: Pepatah tua yang mengatakan “Jual di bulan Mei dan Tinggalkan” memiliki angka historis yang solid untuk mendukung kelemahan pasar saham saat ini. Kelemahan di pasar saham menarik permintaan terhadap emas yang safe-haven.
  5. Indeks dolar AS terancam turun: Indeks dolar AS mengalami rebound minggu lalu, setelah menembus support utama di kerendahan Agustus 2015 di 92.60. Dolar mengalami pemulihan saat ini, tetapi outlook kebijakan tingkat bunga dimana diperkirakan tidak akan ada kenaikan lagi di tahun 2016 akan membebani dolar AS tahun ini. Metal kuning (emas) selalu menunjukkan hubungan terbalik dengan dolar AS.
  6. Grafik bullish emas: Grafik harian emas berjangka di Comex menunjukkan pola “triangle” yang “bullish”. Puncak dari “triangle” di $1,223.90 sekarang menjadi “support” bagi pasar, yang berarti “bullish breakout” siap terjadi. Targetnya mencapai $1,350 per ons.