© Reuters.  Harga minyak mentah bertahan di puncak 7 bulan tapi naik terbatas

SOLID GOLD BERJANGKA – Minyak berjangka AS bertahan di level tertinggi tujuh bulan pada hari Jumat, dengan gangguan pasokan di Nigeria dan Libya yang memberikan kekuatan pada komoditas, meskipun kenaikan dolar AS yang terbatas.

Minyak mentah AS berjangka untuk pengiriman Juni naik 0,12% di $48,73 per barel, mendekati sesi tujuh bulan tertinggi sebelumnya di 49,04.

Di ICE Futures Exchange di London, Kontrak Brent Juli naik tipis 0,08% menjadi $48,85 per barel, mendekati enam bulan tertinggi Rabu lalu di 49,85.

Harga minyak menguat setelah penyusup memblokir akses ke Exxon Mobil (NYSE:XOM)pada hari Kamis lalu, di terminal ekspor Qua Iboe di Nigeria, wilayah penghasil minyak mentah terbesar di negara tersebut.

Produksi minyak mentah Libya juga tetap berada di bawah tekanan di tengah konflik internal.

Di tempat lain, produksi minyak Kanada juga disebutkan telah dipotong akibat kebakaran hutan yang memaksa penghentian produksi harian sebesar 1 juta barel.

Tapi kenaikan harga minyak diperkirakan akan tetap terbatas karena permintaan untuk dolar AS masih tetap kuat setelah Hasil pertemuan April FED pada hari Rabu menunjukkan para pejabat yang berkata tentang kenaikan suku bunga bulan Juni akan tepat jika data ekonomi menunjukkan pertumbuhan pada kuartal kedua, serta tenaga kerja dan inflasi tetap.

Selain itu, Presiden FED New York William Dudley mengatakan pada hari Kamis bahwa ekonomi AS bisa cukup kuat untuk menjamin kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap kelompok enam mata uang utama, stabil di posisi 95,31, turun dari harga tertinggi tujuh minggu pada Kamis lalu di 95,51.