Ganti Armada Tua KAI Belanja 1000 Kereta Baru Sampai 2019

SOLID GOLD BERJANGKA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) secara bertahap mulai mengganti armada kereta tua untuk jurusan jarak menengah dan jarak jauh.

SOLID GOLD BERJANGKA – Saat ini KAI masih menggunakan armada tua yang bahkan usianya mencapai 50 tahun untuk melayani penumpang yang bepergian jarak jauh.

Rencananya BUMN transportasi ini akan membeli 1.000 unit kereta baru. Kereta itu akan dipakai untuk mengganti armada berusia uzur sampai menambah frekuensi perjalanan kereta.

“Saya merencanakan 1.000 karena apa karena disamping me-replace kalau bisa bertambah supaya daya angkutnya itu bisa melebihi yang ada sekarang,” ujar Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro kepada  di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016) lalu.

KAI akan membelinya dari PT Industri Kereta Api (INKA) dengan tujuan dapat meningkatkan kemampuan dan memberdayakan industri perkeretaapian lokal.

“Target kita tahun kedua (2017) itu sudah dibuat oleh Indonesia, maka itu kita berikan penugasan ke INKA, supaya INKA meningkatkan kemampuannya untuk yang pertama mungkin masih dengan asing join lah badannya apanya dari kita saja, tapi tahun kedua itu instruksi dari Bu Menteri BUMN sudah bisa dibuat di Indonesia,” ujar Edi.

 

Saat ini sudah ada 7 rangkaian (trainset) kereta yang telah disuplai oleh INKA untuk kereta jenis K1 (Kelas Eksekutif) dan juga K3 (Kelas Ekonomi). Dibutuhkan biaya mencapai Rp 4-5 miliar untuk membeli satu unit kereta.

“Sekarang ini 10 trainset yang sudah kontrak ya yang sudah di-supply 7 (trainset), 7 itu 4 K1, 3 itu K3, nah tinggal 3 lagi belum di supply. Kurang lebihnya Rp 4-5 miliar untuk satu kereta,” ungkap Edi.