Solid Gold Berjangka – Harga minyak mentah berjangka rebound pada perdagangan hari Rabu (13/01) di sesi Asia, untuk pertama kalinya dalam delapan hari, setelah persediaan minyak mentah AS minggu lalu turun di luar dugaan.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 44 sen pada 30,88 dollar per barel (0144 GMT).Pada hari Selasa, jatuh 97 sen ditutup pada 30,44 dollar per barel, setelah menyentuh rendah $ 29,93, yang terakhir terlihat pada bulan Desember 2003.

Sementara, harga minyak mentah Brent, patokan global, naik 34 sen menjadi 31,20 dollar per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 3,9 juta barel dalam pekan lalu menjadi 480.071.000, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,5 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute yang ditunjukkan Selasa.

Sedangkan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pengiriman untuk WTI turun 302.000 barel, kata API.

Namun prospek bearish untuk minyak tetap setelah pemerintah AS memperkirakan pada Selasa bahwa kekenyangan pasokan global akan membengkak sampai akhir 2017.

Meningkatnya produksi minyak Iran akan menambah kelebihan pasokan tahun ini dengan harapan pencabutan sanksi Barat terhadap ekspor negara itu, kata Administrasi Informasi Energi AS.

Badan ini memperkirakan bahwa penurunan terbatas di AS untuk pasokan tahun depan dan pertumbuhan yang stabil dalam permintaan global akan membantu meringankan kekenyangan hanya di kuartal ketiga 2017, penurunan pertama setelah hampir empat tahun berturut-turut naik.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak masih berpotensi mengalami tekanan dengan sentimen kelebihan pasokan minyak mentah dunia. Harga minyak akan bergerak dalam kisaran Support $30,50-$30,00 per barel, dan kisaran Resistance $31,50-$32,00 per barel