Solid Gold Berjangka. Harga minyak mentah naik di perdagangan Asia Selasa pagi, terpicu pembekuan produksi mulai dilaksanakan oleh Arab Saudi, dan diharapkan dilakukan juga oleh negara-negara OPEC dan non-OPEC lainnya yang ikut ambil bagian dalam kesepakatan pembekuan produksi.

Arab Saudi menjaga produksi minyak mentah stabil di bulan Februari pada sekitar 10 juta barel per hari (bph), menunjukkan eksportir minyak terbesar dunia tersebut menjaga kesepakatan awal dengan produsen lain untuk membekukan produksi.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 17 sen lebih tinggi pada $ 37,35 per barel pada 0054 GMT. Pada hari Senin, harga minyak mentah AS turun 3,4 persen pada $ 37,18 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent juga naik 17 sen lebih tinggi pada $ 39,70, setelah menyelesaikan $ 39,53 di sesi sebelumnya.

Arab Saudi dan non-OPEC anggota Rusia, dua eksportir minyak terbesar di dunia, bersama dengan Qatar dan Venezuela mengatakan bulan lalu mereka akan membekukan produksi pada tingkat Januari untuk menopang harga jika negara-negara penghasil minyak lainnya setuju untuk bergabung dengan pakta minyak global pertama selama 15 tahun ini.

Tapi dengan stok minyak mentah AS terus meningkat dan Iran menunjukkan hanya sedikit ketertarikan untuk bergabung dengan produsen utama di pembekuan produksi, harga minyak masih belum aman.

Persediaan minyak mentah di Amerika Serikat kemungkinan mencapai rekor tertinggi untuk kelima minggu berturut minggu lalu, naik 3,3 juta barel, sebuah jajak pendapat Reuters dari analis mengatakan.

Dengan sanksi terhadap Iran dihapus pada bulan Januari, Teheran sangat ingin meningkatkan produksi minyak mentah ke level sebelum pembatasan yang memukul ekspor.

Iran saat ini memproduksi sekitar 3,1 juta barel per hari minyak. Sanksi juga memotong ekspor minyak mentah dari puncaknya 2,5 juta barel per hari sebelum 2011 dengan hanya lebih dari 1 juta barel per hari dalam beberapa tahun terakhir.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi melemah dengan dengan menguatnya dolar AS dan kekuatiran ekonomi Tiongkok yang memicu keuatiran pelemahan permintaan. Namun bisa menguat jika ada sentimen positif kemajuan dalam kesepakatan pembekuan produksi. Harga minyak diperkirakan akan menembus kisaran Support $ 36,80-$ 36,30, namun jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 37,80-$ 38,30.