PT SOLID GOLD BERJANGKA

 

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Harga minyak Brent dan WTI mengalami pelemahan untuk sesi keenam berturut-turut Kamis ini karena cadangan minyak mentah AS hanya turun sedikit, jauh dari prediksi semula. Selain itu adanya kekhawatiran Brexit menahan selera investor bertransaksi aset berisiko.

Minyak gagal untuk mendapatkan keuntungan dari terkoreksinya USD pasca-FOMC meeting yang mempertahankan bunga acuan.

Saat ini, harga kedua minyak acuan turun hampir 0,90% ke posisi terendah tiga minggu, dengan Brent mendekati  $48,50 per barel, sedangkan WTI ke level $47,50. Harga minyak terus jatuh saat berlama-lama ketakutan Brexit meredam sentimen investor dan oleh karena itu, berat pada permintaan untuk emas hitam.

Menambah tekanan pada minyak, laporan persediaan mingguan EIA diterbitkan kemarin menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS berkurang hanya 933.000 barel selama seminggu per tanggal 10 Juni, sementara pasar memperkirakan penurunan sekitar 2,16 juta barel. Laporan ini juga menunjukkan bahwa produksi minyak mentah AS turun 29.000 barel menjadi 8.716.000 barel per hari, level terendah sejak awal September 2014.

Beberapa dikaitkan bahwa optimisme investor selain dari Cushing, situasi pasokan-permintaan secara keseluruhan minyak mentah AS menjadi lebih seimbang. Sebuah laporan pemerintah AS pada Rabu menunjukkan imbang bersih hampir 5 juta barel dalam stok minyak mentah domestik pekan lalu.

“Perdagangan minyam tetap goyah di tengah fundamental dan terkait ekonomi makro,” kata Jim Ritterbusch dari Chicago, konsultan Ritterbusch & Associates.¬†PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber