Huawei Tak Putus Asa Kejar Apple dan Samsung

SOLID GOLD BERJANGKA – Saat ini bagi sebagian orang mungkin merek Huawei belum masuk ke dalam kategori keren. Hal itu tak membuat vendor asal China itu tak putus asa, karena menurut mereka, setiap ponsel itu memiliki masanya sendiri untuk masuk ke dalam kategori tersebut.

Ya, menurut Huawei, ponsel Apple dan Samsung bisa saja saat ini dianggap keren. Namun suatu ketika nanti, hal itu akan berpindah, dan harapannya akan berpindah ke Huawei.

“Ada zamannya orang terlihat cool (keren) dengan ponsel bermerek Motorola, BlackBerry, dan sejenisnya. Namun setiap merek ada masanya, dan hal itu akan terus berganti,” ujar Colin Gilles, EVP Consumer Business Group Huawei, di kantor pusatnya di Shenzhen, China, Rabu (20/7/2016).

Membangun image brand tersebut diakui Giles tak bisa terjadi dalam waktu singkat. Dan banyak tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah dengan membuat produk yang bagus, juga dengan berbagai kegiatan marketing yang menarik. Kedua hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Huawei yang dulu dikenal sebagai produsen produk ponsel low end pun ingin melakukan hal tersebut. Yaitu dengan menciptakan lini produk dengan rentang yang besar.

“Kami tak ingin terus-terusan dikenal sebagai produsen ponsel low end asal China. Kami harus mempunyai produk dengan rentang yang besar, dari low end sampai high end,” pungkas Giles, yang juga pernah bekerja di Lenovo, Motorola dan Nokia.

Menurut Giles, ponsel flagship tersebut juga menjadi kewajiban vendor ponsel untuk dikenal sebagai ‘pemain lama’ di industri ponsel. Yang juga akan menjadi image brand tersebut.

Ya, menurut Huawei, ponsel Apple dan Samsung bisa saja saat ini dianggap keren. Namun suatu ketika nanti, hal itu akan berpindah, dan harapannya akan berpindah ke Huawei.

“Ada zamannya orang terlihat cool (keren) dengan ponsel bermerek Motorola, BlackBerry, dan sejenisnya. Namun setiap merek ada masanya, dan hal itu akan terus berganti,” ujar Colin Gilles, EVP Consumer Business Group Huawei, di kantor pusatnya di Shenzhen, China, Rabu (20/7/2016).

Membangun image brand tersebut diakui Giles tak bisa terjadi dalam waktu singkat. Dan banyak tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah dengan membuat produk yang bagus, juga dengan berbagai kegiatan marketing yang menarik. Kedua hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Huawei yang dulu dikenal sebagai produsen produk ponsel low end pun ingin melakukan hal tersebut. Yaitu dengan menciptakan lini produk dengan rentang yang besar.

“Kami tak ingin terus-terusan dikenal sebagai produsen ponsel low end asal China. Kami harus mempunyai produk dengan rentang yang besar, dari low end sampai high end,” pungkas Giles, yang juga pernah bekerja di Lenovo, Motorola dan Nokia.

Menurut Giles, ponsel flagship tersebut juga menjadi kewajiban vendor ponsel untuk dikenal sebagai ‘pemain lama’ di industri ponsel. Yang juga akan menjadi image brand tersebut.

Ya, menurut Huawei, ponsel Apple dan Samsung bisa saja saat ini dianggap keren. Namun suatu ketika nanti, hal itu akan berpindah, dan harapannya akan berpindah ke Huawei.

“Ada zamannya orang terlihat cool (keren) dengan ponsel bermerek Motorola, BlackBerry, dan sejenisnya. Namun setiap merek ada masanya, dan hal itu akan terus berganti,” ujar Colin Gilles, EVP Consumer Business Group Huawei, di kantor pusatnya di Shenzhen, China, Rabu (20/7/2016).

Membangun image brand tersebut diakui Giles tak bisa terjadi dalam waktu singkat. Dan banyak tahapan yang harus dilalui. Salah satunya adalah dengan membuat produk yang bagus, juga dengan berbagai kegiatan marketing yang menarik. Kedua hal tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Huawei yang dulu dikenal sebagai produsen produk ponsel low end pun ingin melakukan hal tersebut. Yaitu dengan menciptakan lini produk dengan rentang yang besar.

“Kami tak ingin terus-terusan dikenal sebagai produsen ponsel low end asal China. Kami harus mempunyai produk dengan rentang yang besar, dari low end sampai high end,” pungkas Giles, yang juga pernah bekerja di Lenovo, Motorola dan Nokia.

Menurut Giles, ponsel flagship tersebut juga menjadi kewajiban vendor ponsel untuk dikenal sebagai ‘pemain lama’ di industri ponsel. Yang juga akan menjadi image brand tersebut.