ikuti harga

Solid Gold Berjangka. Ditengah isu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang berpotensi naik setiap bulannya, pemerintah justru memastikan bahwa TDL bulan April 2015 tidak akan alami kenaikan. Meski begitu, pada bulan Mei dan seterusnya, TDL untuk 8 golongan dapat berfluktuasi layaknya harga bahan bakar minyak (BBM) karena tiga faktor yang ditentukan Pemerintah.

Adapun beberapa faktor yang dapat menjadi penentu kenaikan TDL setiap bulannya antara lain ICP (Indonesian Crude Price) dari Dirjen Migas, lalu kurs dollar Bank indonesia, dan Inflasi BPS. Ketiga faktor diatas merupakan faktor yang sangat menentukan naik-turunnya TDL pasca-habisnya subsidi listrik Rp 1,3 triliun yang diperkirakan jatuh pada April 2015.

Kemudian ke-8 golongan tersebut adalah rumah tangga R1 1.300 VA, rumah tangga R1 2.200 VA, rumah tangga R2 3.500-5.500 VA, industri menengah I3 di atas 200 kVA, penerangan jalan umum P3, pemerintah P2 di atas 200 kVA, industri besar I4 di atas 30.000 kVA, dan pelanggan layanan khusus.

Nantinya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan wajib memberitahukan penyesuaian TDL setiap bulan pada bulan Mei dan seterusnya. Sementara itu, subsidi listrik Rp 1,3 triliun yang diberikan pemerintah akan habis pada April mendatang. Meski begitu, kepada masyarakat pengguna listrik 450 VA, 900 VA, industri kecil, dan golongan untuk kegiatan akan tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Adjustment ini dilakukan karena mengikuti amanat UU energi dan UU Ketenaglistrikan yang menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan memberikan subsidi listrik kepada masyarakat yang tidak mampu. Kategori tidak mampu adalah masyarakat dengan rumah tangga 450, 900 VA, industri kecil, serta untuk kegiatan sosial seperti rumah sakit.