PT SOLID GOLD BERJANGKA | Partai puncak The International DotA 2 2016 (TI6) melahirkan jawara baru, Wings Gaming. Dengan permainan lihai, tim DotA 2 asal Negeri Tirai Bambu ini berhasil menumbangkan tim e-Sport Amerika Utara, Digital Chaos dengan skor 3-1.

Final yang terjadi pada 13 Agustus 2016 lalu itu sejatinya di luar dugaan. Pasalnya, baik Wings Gaming maupun Digital Chaos bisa dibilang memiliki popularitas yang kalah jauh bila dibandingkan dengan tim semacam Natus Vincere (Navi) atau Evil Geniuses.

Namun, permainan hanyalah permainan. Siapa sangka Wings Gaming yang memiliki anggota dengan usia yang tergolong belia ini mampu berdiri di atas podium sebagai juara DotA 2 dunia dan membawa pulang USD 9,1 juta atau sekitar Rp 119 miliar (USD 1 = Rp 13.136).

Wings Gaming sendiri didirikan tak lama setelah TI4 2014 usai atau tepatnya pada bulan Agustus 2014. Tetapi Wings Gaming belum mendapatkan lineup personil yang cocok hingga tahun 2015 dengan personil inti yang terdiri dari Chu ‘Shadow’ Zeyu (19), mid Zhou ‘bLink’ Yang (24), Zhang ‘Faith_bian’ Ruida (18), Li ‘IceIce’ Peng (21), dan sang kapten Zhang ‘Innocence’ Yiping (18).

Meski sudah memiliki formasi lengkap, kiprah Wings Gaming di tahun 2015 masih melempem. Tim ini terjerembab di posisi paling bawah pada pertandingan Dota Asia Championships 2015 yang menjadi pertandingan perdana terbesarnya.

Kiprah Wings Gaming mulai bersinar ketika masuk tahun 2016, di mana berhasil mengalahkan runner up Shanghai Major, Team Liquid dengan skor 3-0 di partai final ESL One Manila 2016 24 April 2016 lalu. Atas kemenangannya, Wings Gaming berhak membawa pulang USD 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Padahal pada saat itu, lineup personil Wings Gaming baru masuk usia 6 bulan. Meski demikian, mereka sudah memiliki chemistry yang kuat di antara personilnya.

“Chemistry di antara tim sangat bagus. Normalnya setelah pertandingan kami selalu duduk bersama dan berdiskusi tentang game. Kami juga kerap menonton film bersama selama break. Setiap anggota saling mengenal satu sama lain dengan baik dan itulah mengapa koordinasi pertandingan begitu luar biasa,” ujar Wings Gaming ketika diwawancara setelah pertandingan ESL One Manila 2016 silam.

Sejak saat itu, Wings Gaming seolah memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam bertanding. Bahkan Wings Gaming mengaku tidak gentar menghadapi tim manapun, sekalinya itu merupakan juara.

Lanjut dari ESL One Manila 2016, kemenangan juga diraih Wings Gaming kala mengikuti turnamen The Summit 5 bulan Juli 2016 lalu. Dengan hasil kemenangan skor 3-1 melawan OG di partai final, tim yang berbasis di Chongqing, China itu membawa pulang hadiah USD 42.994 atau setara dengan Rp 563,9 juta.

Kini setelah menjuarai TI6, pamor Wings Gaming pun melesat naik. Dengan demikian, bukan hal yang mustahil bila banyak vendor yang ingin mensponsori Wings Gaming seperti layaknya tim-tim e-Sport ternama lainnya.