SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Arcandra Tahar secara resmi telah diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo dari jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai pelaksana tugas sementara. Presiden Jokowi didorong segera mencari Menteri ESDM definitif sebagai upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Pasca-pemberhentian Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM, Presiden hendaknya segera memilih menteri ESDM definitif untuk menghindari kekosongan kepemimpinan di sektor ESDM terlalu lama. Menteri yang definitif dapat memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya, serta memberikan kepastian atas kesinambungan kebijakan dan regulasi sektor energi dan sumber daya mineral,” ujar Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) melalui rilis yang diterima detikcom, Senin (15/8/2016).

Skandal kewarganegaraan Menteri ESDM, menurut Febby, telah menggerus kepercayaan publik dan pelaku usaha terhadap kredibilitas pemerintah dan kepemimpinan di Kementerian ESDM. Publik menunggu respons cepat pemerintah karena sektor energi saat ini masih perlu dikembangkan dari berbagai sisi.

“Sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia dapat menjadi sasaran empuk para pemungut rente dan pebisnis yang oportunis jika tidak diawasi dan diatur dengan baik. Dalam dua tahun mendatang terdapat 22 kontrak kerja wilayah kerja migas yang akan berakhir. Jika tidak diawasi dengan baik, dapat membuka kemungkinan munculnya praktek-praktek rente walaupun sudah ada Peraturan Menteri ESDM No. 15/2015 yang dapat dirubah karena statusnya yang hanya berupa Peraturan Menteri,” paparnya.

“Di sektor minerba, terdapat peluang terkait dengan renegosiasi kontrak-kontrak tambang dan PKP2B dan keberlanjutan penataan IUP yang terkait dengan status Clean and Clear (CnC) dimana terdapat tunggakan PNBP senilai 25 triliun yang tidak dibayarkan oleh pemegang IUP dan PKP2B, serta harga pembangkit mulut tambang, serta kebijakan hilirasasi,” sambung dia.

Presiden Jokowi dalam memilih sosok menteri ESDM pengganti harus betul-betul jeli. Pengganti Arcandra haruslah seseorang yang memiliki kredibilitas, integritas serta mumpuni, tidak memiliki dosa-dosa masa lalu dan tidak terlibat dalam bisnis-bisnis di sektor energi.

“Menteri ESDM yang hendak dipilih kiranya sosok yang teruji, berpengalaman, dan berani menghadapi kepentingan-kepentingan yang berniat menggerogoti sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan, dengan menggunakan kendaraan politik,” tutup dia.