SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Sukses membawa PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) listing di pasar modal, memacu PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai perusahaan penjamin emisi untuk terus membidik potensi pasar IPO di dalam negeri. Teranyar perseroan tahun ini bakal membawa enam calon emiten baru untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Invesment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia,Mukti Wibowo Kamilhadi menyatakan, sampai saat ini pihaknya telah menggenggam mandat sebagai penjamin emisi efek dua perusahaan yang akan melakukan initial public offering (IPO). ”Satu perusahan memakai laporan keuangan buku September 2017 dan satu lagi pakai buku Desember 2017 untuk menyusun prospektus guna meraih ijin efektif regulator,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Namun, Mukti enggan merinci lebih jauh rencana penerbitan saham baru kedua perusahaan tersebut. Hanya saja, dia mengatakan bahwa satu perusahaan akan mengincar dana hingga Rp100 miliar.Yang pakai buku September mengincar sekitar Rp100 miliar,” ungkapnya.

Selain dua perusahan itu, lanjut dia, perseroan juga tengah melakukan pembicaraan dengan empat perusahaan lain terkait hal yang sama. Dengan demikian, akan menambah calon emiten yang menggunakan jasa Mirae sebagai penjamin pelaksana emisi.“Jadi sesuai dengan target kami membawa enam perusahan IPO tahun ini,” ujar dia.

 Sementara itu, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat menyatakan, terdapat empat perusahaan telah melakukan pendaftaran pernyataan ijin efektif pencatatan saham perdana dan tiga perusahaan lagi akan melakukan paparan di depan manajemen BEI. “Jadi ada tujuh calon emiten baru sementara ini,” kata dia.

Sebelumnya, analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada membenarkan, minat perusahaan untuk meraih pendanaan melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2018 masih tinggi. ”Pada tahun 2018, diharapkan kondisi pasar akan lebih dinamis dan banyak optimisme sehingga akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk mencari pendanaan secara eksternal, salah satunya melalui IPO,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa mulai masuknya tahun politik juga diharapkan akan membuat pasar keuangan di dalam negeri semakin semarak. Apalagi diiringi dengan mulai membaiknya perekonomian nasional yang dibarengi dengan percepatan realisasi berbagai kebijakan seperti infrastruktur. Kondisi itu diharapkan juga menarik minat calon-calon emiten untuk mengembangkan bisnisnya yang tentunya membutuhkan dana untuk ekspansi, sehingga pendanaan dari pasar modal menjadi salah satu pertimbangan untuk melarealisasikan ekspansi perusahaan.

Perusahaan-perusahaan di dalam negeri yang minat masuk pasar modal untuk meraih pendanaan, kata Reza diantara sektor yang berkaitan dengan infrastruktur, dan konsumer. Selain itu, perusahaan sektor pertambangan juga diperkirakan masuk pasar modal seiring dengan potensi harga komoditas yang melanjutkan kenaikannya pada tahun 2018 – SOLID GOLD BERJANGKA