Collapsing wall making a yen symbolsolid gold berjangka. Yen anjlok ke level terendah dalam hampir selama 7 tahun terhadap dollar pada hari Jumat, menuju untuk mencetak penurunan terbesar dalam 18 bulan, setelah Bank of Japan mengejutkan pasar dengan kembali melonggarkan kebijakan. Dalam langkah untuk mengatasi deflasi, BoJ kembali merilis quantitative easing, menaikkan target monetary base untuk kenaikan tahunan sebesar 80 trilyun yen (724.5 milyar dollar) dari 60-70 trilyun yen dan meningkatkan sebanyak 3 kali lipat pembelian aset beresiko seperti exchange traded funds (ETFs) dan real estate investment trusts (REITs). Sementara sejumlah pelaku pasar telah mengantisipasi pelonggaran tersebut, namun sebagian besar memprediksikan langkah tambahan tersebut masih beberapa bulan lagi seiring Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menyuarakan optimisme terhadap outlook perekonomian Jepang meski data yang dirilis buruk.

“Hal ini sedikit kejutan Halloween untuk pasar,” ucap Jeremy Stretch, kepala strategis mata uang pada CIBC World Markets. “Bersama dengan realokasi dana pensiun, yen terkena pukulan ganda.” Panel pemerintahan Jepang yang mengawasi Government Pension Investment Fund (GPIF) menyetujui rencana untuk menaikkan kepemilikan saham asing menjadi 25% dari portofolionya dari semula 12%.