Kecemasan Brexit Pacu Volatilitas Sterling Ke Level Rekor Tinggi, Poundsterling Tertekan

SOLID GOLD BERJANGKA – Poundsterling anjlok ke level terendah 8-minggu di hari Senin, sementara biaya untuk hedging terhadap swing nilai tukar terhadap Euro di bulan mendatang melonjak ke level rekor tinggi, 10 hari sebelum voting Inggris untuk memutuskan apakah tetap bertahan di Uni Eropa.

Pasar spekulasi telah menurunkan peluang negara tersebut untuk bertahan di Uni Eropa setelah hasil jajak pendapat terakhir menunjukkan kubu yang memutuskan untuk lepas dari Eropa masih memimpin polling, sehingga menambah kekhawatiran para pelaku pasar.

Probabilitas untuk voting referendum agar tetap bertahan di Eropa merosot ke 64 persen di hari Senin, turunt sekitar 14 persen poin dibanding minggu lalu, berdasarkan situs Betfair. Hedge Funds dan asset manager turut menambah proteksi eksposur pada pasar aset Inggris melalui instrument derivative. Spekulator dilaporkan menambah posisi pada Poundsterling dengan laju tercepatnya dalam 5 tahun terakhir, hignga per 7 Juni posisi net sell telah melambung ke $6 milyar, level tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Kebanyakan analis memperkirakan hasil voting untuk lepas dari Eropa pada 23 Juni akan memicu kekacauan ekonomi Inggris dan menyeret Sterling melemah hingga 15-20 persen, sedangkan voting untuk bertahan di Eropa kemungkinan akan memacu penguatan mata uang.

Isu Brexit sendiri telah mendominasi market sejak akhir tahun lalu, memicu pelemahan lebih dari 10 persen pada indeks Sterling di periode pertengahan November – April. Kondisi defisit neraca berjalan sebear 7 persen dari output pada Q4 2015 menyebabkan perekonomian dan nilai tukar Sterling lebih rapuh pada arus modal keluar. Kekhawatiran Brexit ini turut mengkontribusi hilangnya momentum ekonomi Inggris dalam beberapa bulan terakhir, dan para investor telah memundurkan ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi akhir dekade ini.