Ketika Film Membuat Destinasi Wisata Indonesia Makin Hits

SOLID GOLD BERJANGKA – Film menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia. Banyak destinasi didatangi wisatawan nusantara dan mancanegara, karena muncul dalam film yang mengesankan.

Ini bukan film promosi wisata, melainkan film komersil yang kita lihat di bioskop seperti biasa. Cerita yang menarik, dengan lokasi syuting yang indah, membuat penonton tertarik datang ke sana setelah keluar dari bioskop atau menonton TV.

Sudah banyak destinasi wisata dunia yang terkenal karena muncul dalam film, di Indonesia pun tidak jauh berbeda. Ada banyak tempat yang menjadi terkenal karena muncul dalam film nasional atau bahkan film Hollywood.

Travel Highlight sepanjang Kamis (21/7/2016) ini akan membahas Indonesia Dalam Film. Faktanya, pariwisata di sebuah destinasi meningkat setelah tempat itu muncul di dalam film yang ditonton orang banyak.

Yogyakarta yang sudah populer saja, didatangi lebih banyak orang lagi karena film ‘AADC2′. Tentunya, semua masih ingat bagaimana film ‘Laskar Pelangi’ melambungkan Pulau Belitung sebagai destinasi hot.

Ini semua mungkin bermula dari awal tahun 2000-an, seiring mulai meningkatnya tren traveling dan awal kebangkitan film nasional yang sempat mati suri. Film-film nasional muncul lagi menampilkan alam Indonesia yang indah.

Ada ‘Petualangan Sherina’ waktu itu yang mengangkat profil Observatorium Boscha tahun 2000 dan ‘Pasir Berbisik’ tahun 2001 yang mengangkat Gunung Bromo.

Setelah itu, memadukan keindahan Indonesia dan film yang keren sepertinya menjadi resep spesial. Produsen film butuh latar gambar yang indah, dan destinasi itu butuh promosi yang efektif. Klop sudah.

Selanjutnya bermunculan banyak film yang menampilkan keindahan Indonesia dari Papua sampai Sumbawa. Apalagi kalau filmnya sukses secara komersial, pasti membuat orang berbondong-bondong ke sana.

Sebagai contoh, film ‘5 Cm” tidak hanya mempopulerkan Gunung Semeru, namun membangkitkan tren kegiatan naik gunung untuk anak muda secara keseluruhan. Serunya lagi, bukan hanya produsen film nasional yang tertarik dengan pesona Nusantara.

Produsen film Hollywood dan Korea Selatan, pelan-pelan melirik Indonesia sebagai lokasi syuting film mereka. Film ‘Eat, Pray, Love’ adalah milestone keseriusan Hollywood menampilkan Indonesia dalam layar perak.

Setelah itu, satu persatu film Hollywood bermunculan syuting di Tanah Air seperti ‘The Philosopher (After the Dark)’ yang mempopulerkan Candi Prambanan dan ‘Java Heat’ tahun 2013 yang syuting di Candi Borobudur. Atau, film Indonesia yang sukses di Hollywood seperti ‘The Raid 2′ yang mengangkat Benteng van Der Wijck Kebumen.

Hubungan mesra film dan destinasi wisata Indonesia tidak akan berhenti sampai di sini. Pertama, Indonesia tidak pernah kehabisan destinasi indah untuk dijelajahi. Kedua, insan film tidak pernah kehabisan kreatifitas untuk menuangkan keindahan destinasi itu ke dalam film mereka.