SOLID GOLD BERJANGKA – Pergerakan kurs yen Jepang  pada perdagangan sesi Eropa  hari Senin (8/8) masih belum bisa bangkit mengalahkan rival utamanya dollar AS setelah sempat diawal perdagangan menguat. Kekuatan yen tidak dapat melawan pengaruh kuat data NFP AS akhir pekan lalu yang membangkitkan  ekspektasi kenaikan Fed rate tahun ini.

Pergerakan kurs yen  di  sesi Eropa  (11:00:35 GMT) melemah   terhadap dollar AS,  USDJPY yang dibuka lebih tinggi pada  102.00 di   awal   perdagangan   (00.00 GMT) naik 0.4% dan nilai pair bergulir berada pada 102,36.

Untuk pergerakan pair hingga akhir perdagangan  sesi malam   berpotensi kemah, sehingga  analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair USDJPY selanjutnya dapat saja naik terus  ke kisaran  102,75-103.95. Namun jika tidak sampai kisaran tersebut, maka pair dapat turun kembali ke kisaran 101,06.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengungkapkan komposisi utang Indonesia dalam bentuk Yen Jepang terhadap total utang mencapai 12%.

“Sisanya terbesar dalam bentuk rupiah sebanyak 56% dan utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat 25%,” ujarnya saat ditemui di kantor DJPU, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Dari total utang pemerintah hingga akhir Juli 2013 yang tercatat mencapai Rp 2.102,56 triliun, utang Indonesia dalam mata uang Yen Jepang mencapai Rp 252,31 triliun.

Merujuk data Bank Indonesia (BI) hari ini, Yen telah depresiasi dari kurs jual Rp 11.613,56 per Yen pada Senin (16/9/2013) menjadi Rp 11.601,98 per Yen. Sedangkan kurs beli dari Rp 11.492,42 per Yen kemarin menjadi Rp 11.484,73 per Yen.

“Yen melemah, maka utang pemerintah dalam bentuk Yen juga ikut berkurang,” tegasnya.

Meski menguntungkan, pelemahan yen diakui cukup berisiko bagi Indonesia. Sebab Indonesia selama ini tidak memperoleh penerimaan negara dalam bentuk Yen.

“Kalau nilai tukar Yen mengalami kenaikan, kami harus menggunakan pendapatan negara dalam bentuk rupiah. Tapi kalau Yen melemah justru malah bagus,” ucap dia.