SOLID GOLD BERJANGKA –¬†Dalam operasinya, sebuah perusahaan bisa saja berkonsentrasi terhadap ekspor; untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku mungkin dibeli dari negara lain (import) karena kelangkaan bahan baku. Sama halnya dalam pemenuhan kebutuhan dana, yang biasa terjadi pada perusahaan yaitu berinvestasi di luar negeri, meminjam dana dari luar negeri. Hal tersebut bisa saja sering terjadi dalam menghadapi perekonomian global sekarang ini. Jika hal tersebut terjadi akan mempengaruhi manajemen perencanaan finansial perusahaan baik itu memberi keuntungan atau risiko terhadap dana perusahaan.

Risiko tersebut dapat berupa risiko tingkat bunga, risiko valuta asing, risiko politik, risiko pasar, dan sebagainya.

  • Risiko valuta berhubungan dengan adanya perubahan kurs mata uang yang tidak menguntungkan dan biasanya bersifat tidak tetap atau fluktuatif. Seperti mata uang rupiah (IDR) terhadap US$ (Dollar Amerika)atau EUR (Euro).
  • Risiko politik, risiko ini sangat mempengaruhi perencanaan finansial perusahaan karena berhubungan dengan situasi politik negara dan sangat mempengaruhi fluktuasi mata uang. Hal tersebut bisa juga berkaitan dengan peraturan pemerintah dan perubahan perundangan-undangan.
  • Risiko tingkat bunga, bagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri dapat bersifat menguntngkan atau merugikan. Hal ini terjadi karena perubahan kurs mata uang yang berdampak terhadap tingkat suku bunga negara tempat meminjam, sehingga perusahaan mengalami kerugianatau capital losssaat suku bunga mengalami kenaikan.
  • Risiko inflasi, pihak yang memberi pinjaman terhadap perusahaan kemungkinan menghadapi naiknya harga barang dan jasa sehingga menurunkan daya beli terhadap pendapatannya.
  • Risiko reinvestmen, hal ini berdampak pada harga sekuritas yang mengalami penurunan.
  • Risiko gagal bayar, jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban sesuai kesepakatan yang dijanjikan.

 

Mengenal berbagai risiko yang mungkin terjadi terhadap perencanaan finansial perusahan saat melakukan investasi ke bursa atau pihak lain atau melakukan pinjaman luar negeri, perlu dipertimbangkan dengan baik. Dengan tujuan ingin mendapatkan keuntungan malah mendapatkan kerugian finansial. Dalam hal melakukan pinjaman dana, jika dibandingkan tingkat suku bunga di Indonesia, dalam tawaran pinjaman tersebut menarik banyak perusahaan yang ingin memanfaatkan dana luar negeri karena dirasa memberi keuntungan.

Namun, perusahaan harus mempertimbangkan risiko pemakaian dana tersebut yang mungkin kita hadapi. Pertimbangan tersebut mengenai penetapan tingkat risiko yang relevan dan risiko mana yang akan dipakai, apakah risiko dalam negeri atau tujuan investasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi risiko adalah depresi mata uang Indonesia. Hal ini dapat berdampak  terhadap pengaturan perencanaan finansial perusahaan untuk masa depan. Jika perusahaan Indonesia melakukan kegiatan transaksi dengan pihak penjual di luar negeri, maka terdapat beberapa hal yang wajib dipertimbangkan yang berkaitan dengan proses transaksi tersebut, antara lain:

  • Pada saat pembayaran telah jatuh tempo, pembayaran yang dilakukan disesuaikan dengan kurs yang berlaku saat itu.
  • Untuk melindungi mata uang dari risiko valuta asing, membeli mata uang US$ secara forward rate.
  • Perusahaan menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh Bank Indonesia (BI) yaitu fasilitas swap.

Manajemen perencanaan finansial perusahaan merupakan faktor pendukung kegiatan operasional perusahaan di saat ini dan masa depan. Untuk itu perusahaan dalam melakukan investasi di luar negeri, dapat menggunakan alternatif yaitu mencari sumber dana dari pihak ke-3 yang suku bunga pinjamannya sangat rendah. Misalkan perusahaan di Australia melakukan pinjaman di Jepang kemudian dana tersebut di investasikan di negara lain contohnya Indonesia. Setiap investasi atau pinjaman memiliki risiko tersendiri karena itu perusahaan harus jeli dalam menakar risiko yang mungkin terjadi untuk menjaga keuangan perusahaannya.