CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

SOLID GOLD BERJANGKA – Kemarin (22/6) sekitar pukul 13.00 belasan anggota Komisi III DPR tiba di rumah calon Kapolri Komjen Tito Karnavian di komplek perumahan Polri di jalan Ampera Raya, Ragunan Jakarta Selatan.

Diantaranya, Ketua Komisi III Bambang Soesatyo, Akbar Faizal, Abdul Kadir Karding, M Nasir Djamil, dan Ruhut Sitompul.

Lihat: Sering Dengar Ayahnya Diincar Teroris, Anak Tito Cuek

SOLID GOLD BERJANGKA – Saat itu Tito dan istrinya menyambut mereka. Tito dan istrinya, Tri Suswati,  mengenakan batik dengan warna dominan coklat. Yang unik, dipergelangan tangan Istri Tito bukan mengenakan gelang emas, namun dua buah gelang Turn Back Crime.

Secara bergantian, mereka bertanya terkait kehidupan jenderal bintang tiga tersebut. Salah satunya, Ruhut Sitompul yang bertanya soal rumah Tito yang kerap berpindah-pindah.

Saat itu, Tito menjawab bahwa memang dirinya dan keluarga terpaksa berpindah-pindah rumah. Hal itu terkait dengan pekerjaan yang bersentuhan dengan kelompok teror. ”Ya, kami harus beberapa kali pindah,” jelasnya.

Lihat: Istri Tito Karnavian juga Promosikan Turn Back Crime

Salah satu contohnya, untuk rumah yang saat ini dikunjungi Komisi III, lokasinya tusuk sate atau berada di perempatan. Lokasi yang seperti ini membuat rumah ini mudah sekali untuk dipantau dari jarak jauh. ”Nah, masalah seperti ini yang saya khawatirkan,” tegasnya.

Saat itu Tito dan istrinya menyambut mereka. Tito dan istrinya, Tri Suswati,  mengenakan batik dengan warna dominan coklat. Yang unik, dipergelangan tangan Istri Tito bukan mengenakan gelang emas, namun dua buah gelang Turn Back Crime.

Secara bergantian, mereka bertanya terkait kehidupan jenderal bintang tiga tersebut. Salah satunya, Ruhut Sitompul yang bertanya soal rumah Tito yang kerap berpindah-pindah.

Saat itu, Tito menjawab bahwa memang dirinya dan keluarga terpaksa berpindah-pindah rumah. Hal itu terkait dengan pekerjaan yang bersentuhan dengan kelompok teror. ”Ya, kami harus beberapa kali pindah,” jelasnya.