Meningkatnya Stock Minyak AS Anjlokkan Harga Minyak MentahMinyak mentah WTI mengalami penurunan dari level tertinggi selama tiga minggu ini, setelah data yang dikeluarkan pemerintah menunjukkan peningkatan produksi di AS, dimana AS adalah negara pengkonsumsi terbesar untuk minyak. Sementara harga Brent di London relative stabil.

Untuk harga di pasar berjangka mengalami penurunan 0.5% di New York, penuran yang terjadi setelah 4 hari berturut-turut mengalami peningkatan harga. Stock minyak mentah mengalami peningkatan, bahkan pada minggu lalu mendekati record tertinggi peningkatan output produksi sejak tahun 1986, demikian menurut laporan Enery Information Administration kemarin.

Sementara berita dari Russia bahwa tidak dilakukan pengerahan militer untuk upaya menunda pemilihan di Ukraina, membuat pasokan minyak relative aman.

Inventory untuk minyak mentah mencapai jumlah tertinggi, sehingga WTI untuk penyerahan Juni harganya turun 47 cents menjadi USD 101,9 per barrel pada perdagangan elektronik di NYMEX.

Sementara harga Brent untuk penyerahan Juni juga mengalami penurunan sebesar 13 cents menjadi USD 110,06 per barel di pasar ICE Futures Europe Exchange di London.

Harga minyak mentah ini mengalami penurunan karena dorongan inventory yang menunjukkan peningkatan. Stock minyak selama 7 hari meningkat 947.000 barrels menjadi 398,5 juta barrels, demikian menurut laporan EIA. Sedangkan produksi minyak juga mengalami peningkatan sebesar 78.000 barrels dalam sehari menjadi 8,428 juta barrels.

Analis Vibiz Research memprediksi bahwa harga minyak cenderung turun karena supply yang relative bagus dan kondisi geopolitik di Ukrania yang relative stabil setelah beberapa waktu ini memanas bahkan sudah terjadi peperangan di bagian utara dan selatan Ukrania, namun bila pemilihan bisa berlangsung dengan baik maka hal ini akan memberi dampak stabilitas harga minyak mentah atau bahkan mampu sedikit mengkoreksi harga.