Menkeu Ekonomi Tahun Ini Berat

SOLID GOLD BERJANGKA – Tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,8%. Sementara tahun ini, target tersebut dinaikkan menjadi 5,3%, meskipun kemudian direvisi setelah adanya perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 menjadi 5,2%.

SOLID GOLD BERJANGKA – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) memang optimistis, namun ini bukan persoalan yang mudah. Pemerintah harus bekerja keras untuk merealisasikan target tersebut.

SOLID GOLD BERJANGKA – Ada banyak hal yang menjadi tantangan. Di antaranya adalah terkait dengan kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Baik dari Amerika Serikat (AS), Eropa, China, Jepang, dan lainnya.

Berikut penjelasan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro kepada detikFinance, seperti dikutip Senin (11/7/2016).

Bagaimana kondisi perekonomian tahun ini?

Ekonomi tahun ini agak berat ya, karena kondisi global masih tidak menentu dengan Brexit, kemudian China juga makin lemah, Amerika Serikat (AS) juga kemungkinan akan menahan dulu kenaikan tingkat bunga acuannya. Jepang dan Eropa juga belum pulih. Jadi kesimpulannya tidak ada sumber pertumbuhannya di dunia.

Lalu apa langkah pemerintah?

Jadi negara masing-masing harus survive sendiri, dan otomatis kami harus lihat sendiri ke dalam karena pertumbuhan ekspor tidak bisa diandalkan dulu untuk sementara.

Dari sisi fiskal, apa strategi pemerintah selain tax amnesty?

Fiskal kan sudah dengan pelebaran defisit, belanja modal lebih besar itu juga kebijakan fiskal juga. Tax amnesty hanya untuk menjaga keberlanjutan dari strategi tersebut.

Pada APBN-P banyak anggaran yang dipangkas, tapi kenapa anggaran Kementerian Pertahanan justru dinaikkan?

Ya Rp 50 triliun. Kenaikan anggaran Kemenhan itu setelah ada pembahasan, maka yang ditambah adalah yang dikategorikan prioritas yang mendesak. Memang prioritasnya adalah di pertahanan. Khususnya anti teroris, anti narkoba, dan lain-lain. Kalau awal tahun kan tetap infrastruktur, nggak berubah sampai akhir tahun.

Dengan target 5,2%, apa yakin bisa dicapai?

Iya harus kerja keras. Kalau menurut saya itu hal yang bisa untuk dicapai. Kalau tahun lalu, kita mulai dengan 4,71% dan akhirnya bisa mencapai 4,8%. Sekarang kita mulai dengan 4,92% harusnya 5% bisa.

Apakah pertumbuhan ekonomi 5,2% itu sudah termasuk perhitungan dampak tax amnesty?

Target pertumbuhan ekonomi 2016 belum mempertimbangkan adanya tax amnesty, khususnya dari repatriasi. Mudah-mudahan bisa lebih tinggi. Begini, kan repatriasi diberikan waktu sampai akhir periode, sampai Desember.

Jadi ada kemungkinan capital inflow akan besar di dua bulan terakhir. November dan Desember. Jadi yang mungkin dampak paling besar itu di 2017. 2016 akan ada manfaat, tapi paling besar itu pada 2017. Karena kalau investasi baru di November dan Desember, maka tahun depan baru dampaknya.

Selain pertumbuhan ekonomi, apa dampak dari tax amnesty?

Dampaknya akan terasa untuk pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, cadangan devisa, utang luar negeri swasta turun.

Apa juga berpengaruh terhadap kepemilikan asing pada SUN?

Kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) turun, karena mereka kan cuma ganti nama. Kalau begitu kan langsung dibilang domestik. Makanya kalau kita bilang porsi asing 39% pada SUN kita, kelihatannya berbahaya tapi sebenarnya tidak. Utang luar negeri swasta kita terlihat besar, kelihatan berbahaya, sebenarnya nggak. Karena kenyataan begitu memang, utang swasta itu adalah uang mereka sendiri yang dipinjamkan untuk perusahaan sendiri.