Mentri esdm

SOLID GOLD BERJANGKA – Dalam rapat pimpinan (rapim) Kementerian ESDM hari ini, Menteri ESDM Sudirman Said menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal program kelistrikan kepada para pejabat eselon I dan II.

Kata Sudirman, Jokowi meminta peran swasta dalam program 35.000 MW harus diperbesar. Maka porsi PLN dalam proyek ini, yakni 10.000 MW dari 35.000 MW, perlu dievaluasi kembali. PLN diminta fokus saja pada pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk (GI).

SOLID GOLD BERJANGKA – “Presiden meminta mengkaji kembali apakah 10.000 MW yang sudah dialokasikan pada PLN betul-betul pilihan terbaik,” kata Sudirman dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Porsi PLN sebesar 10.000 MW memang telah disepakati dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Tetapi, menurut Sudirman, porsi itu masih bisa dikurangi bila dalam perkembangannya terbukti tidak dapat dikejar oleh PLN.

“Evaluasi kan dilakukan terus menerus. 10.000 MW memang sudah masuk RUPTL. Tapi bukan 1 titik lalu dikoreksi. Positif poinnya, mari semua pihak menjalankan peran secara realistis. Kalau realistis jalan terus, kalau tidak realistis (sebagian porsi PLN) kasih ke IPP (Independent Power Producer/swasta),” ujar Sudirman.

Arahan dari Jokowi ini telah ditegaskan kembali dalam surat Menteri ESDM kepada PLN baru-baru ini. Unit Pelaksana Program Pembangunan Ketenagalistrikan Nasional (UP3KN) yang berada di bawah pimpinan Nur Pamudji telah berkoordinasi dengan PLN agar arahan ini dijalankan.

“Ini sudah kita formalkan, Menteri ESDM sudah kirim surat ke PLN. Unitnya Pak Nur (UP3KN) sedang membuat komunikasi dengan PLN supaya arahan tersebut dapat dilaksanakan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian ESDM pernah berencana memangkas porsi PLN dalam proyek 35.000 MW menjadi hanya 5.000 MW. Namun, PLN keberatan karena sebagian besar dari porsi sebesar 10.000 MW, lebih dari 5.000 MW, telah dilelang.

Apabila peran PLN dikurangi menjadi 5.000 MW, maka akan timbul masalah baru karena artinya ada lelang pembangkit yang harus dibatalkan. Maka porsi PLN tetap 10.000 MW dalam hasil revisi RUPTL 2016-2025 yang ditandatangani Sudirman baru-baru ini.