Meski Sudah Bersama 3 Parpol Ahok Dukungan PDIP Masih Perlulah

SOLID GOLD BERJANGKA – Kandidat calon gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah mengantongi dukungan dari tiga partai politik, yakni dari Partai NasDem, Hanura, dan Golkar. Namun demikian, Ahok menyatakan masih perlu dukungan dari PDIP.

SOLID GOLD BERJANGKA – “Perlu lah. Orang baik dengan PDIP kok kita,” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Sebagaimana diketahui, PDIP merupakan satu-satunya parpol yang bisa mencalonkan gubernur tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain, karena PDIP mempunyai 28 kursi di DPRD DKI.

Di sisi lain, Ahok kini sudah mengantongi dukungan dari tiga parpol yang kursinya berjumlah 24 kursi. Syarat minimal parpol atau koalisi parpol DKI mengajukan calon usungan adalah punya 22 kursi. Maka tiga parpol itu sebenarnya sudah cukup untuk mengusung Ahok menuju Pilgub DKI 2017 lewat jalur parpol.

Terlepas dari itu, Ahok menilai kemungkinan PDIP mendukungnya juga masih ada. Itu adalah kemungkinan politik, apalagi hubungan Ahok dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri cukup dekat.

“PDIP daru dulu juga mungkin-mungkin saja kok. Aku sama Bu Mega kan soalnya,” kata Ahok santai.

Sebelumnya, Sekjen PDiP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya masih mempertimbangkan Ahok sebagai tokoh yang bakal didukung. Selain Ahok, ada banyak tokoh lainnya pula yang ikut dicermati, seperti Sjafrie Sjamsoeddin, Budi Waseso, hingga nama-nama tokoh potensial yang masuk dalam uji kepatutan dan kelayakan penjaringan cagub DKI PDIP.

“Tentu saja. Apapun, Pak Ahok sebagai Gubernur Jakarta saat ini menjadi Gubernur karena dukungan penuh PDIP. PDIP tetap bertanggung jawab atas pencapaian kinerja terbaik bagi Pak Ahok,” kata Hasto di The Darmawangsa Hotel, Jakarta, Minggu (17/7) kemarin.