Minyak

solid gold berjangka. Harga minyak mentah AS berhasil ditutup naik pada hari Rabu, kenaikan pertama dalam 4 sesi terakhir, dengan trader nampak melakukan bargain hunting pasca penurunan sebanyak hampir 10% dalam 2 hari terakhir. Dukungan untuk harga minyak muncul pasca data suplai mingguan minyak mentah AS menunjukkan penurunan di luar perkiraan pekan lalu, meski suplai bensin dan minyak hasil distilasi masih naik melebihi ekspektasi. Harga minyak mentah yang sempat turun pasca data inflasi zona euro yang dirilis negatif untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, berbalik naik pasca data suplai minyak yang dirilis oleh Energy Information Administration AS. EIA mengatakan suplai minyak mentah AS turun sebanyak lebih dari 3 juta barel pekan lalu, dbiandingkan ekspektasi analis untuk penambahan sebanyak 880,000 barel. Namun suplai pada Cushing, Oklahoma, tujuan pengiriman minyak mentah AS naik lebih dari 1 juta barel. Suplai bensin naik lebih dari 8 juta barel dan minyak hasil distiliasi naik lebih dari 11 juta barel. Sejumlah analis mengatakan data tenaga kerja AS yang positif pada hari Rabu turut membantu memulihkan sentimen pasar minyak. Perusahaan swasta di AS menambah sebanyak 241,00 pekerjaan di bulan Desember, melebihi estimasi analis, menurut survey ADP. Sejumlah trader mengatakan pasar minyak mungkin berada pada persimpangan jalan setelah turun lebih dari separuh dari level tinggi bulan Juni tahun lalu, terutama pasca penurunan sebesar 10% dalam 2 hari terakhir. Sementara pelaku pasar lainnya memperkirakan pergerakan harga hari Rabu hanya rebound sementara menjelang penurunan lebih lanjut.
“Menurutku ini hanya dead cat bounce,” ucap Tariq Zahir, anggota pada Tyche Capital Advisors di Laurel Hollow, New York. “Tidak ada fundamental yang berubah. Investor berusaha menentukan dasar dan telah terbukti salah selama berpekan-pekan