Minyak Mentah Berjangka - Prospek Mingguan: 13- 17 Juni

SOLID GOLD BERJANGKA – Harga minyak mengakhiri pekan dengan melemah tajam pada hari Jumat, jatuh hampir 3%, akibat para pelaku pasar terus memantau gangguan pasokan di seluruh dunia mengenai indikasi lanjutan tentang penyeimbangan kembali pasar.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman Juli anjlok $1,49, atau 2,95%, mengakhiri minggu di $49,07 per barel. Harga naik ke $51,67 pada hari Kamis, tertinggi sejak tanggal 16 Juli 2015.

Untuk minggu ini, minyak berjangka New York diperdagangkan naik 45 sen, atau 0,93%, di tengah indikasi jatuhnya stok minyak mentah AS.

Badan Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam laporan mingguannya bahwapersediaan minyak mentah turun 3,2 juta barel di pekan lalu menjadi 532,5 juta. Para analis pasar mengharapkan penurunan stok minyak mentah sebesar 2,8 juta barel.

Harga minyak mentah berjangka AS telah menguat hampir dua kali lipat sejak jatuh ke posisi terendah selama 13 tahun di $26,05 pada 11 Februari lalu akibat didorong sentimen penurunan produksi shale AS. Namun, dengan harga sekarang di tingkat yang membuat pengeboran lebih ekonomis bagi beberapa perusahaan, jumlah pengebor sumur minyak akan segera bertambah dan penurunan produksi AS dapat diperlambat.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Agustus jatuh $1,41, atau 2,71%, untuk menetap di $50,54 per barel pada hari Jumat. Di hari Kamis, harga Brent mencapai $52,86, level yang tidak terlihat sejak 12 Oktober 2015.

Pada minggu ini, Brent berjangka London diperdagangkan naik $0,90 atau 1,81%, di tengah kekhawatiran atas gangguan pasokan di Nigeria, di mana militan telah melakukan sejumlah serangan pada operasi minyak negara itu.

Harga Brent berjangka naik sekitar 90% sejak turun sesaat di bawah $30 per barel pada pertengahan Februari lalu akibat gangguan pasokan yang tidak direncanakan di Afrika mengurangi kekhawatiran atas kelebihan pasokan global.

Sementara itu, Brent premium untuk kontrak minyak mentah West Texas Intermediate berada di $1,47 pada hari Jumat, dibandingkan dengan gap $1,39 pada penutupan perdagangan Kamis.

Pada minggu ke depan, pedagang minyak akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk sinyal pasokan dan permintaan baru.

Para investor juga akan mengawasi keluarnya laporan bulanan dari Badan Energi Internasional dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak – OPEC untuk mengukur pasokan dan permintaan di tingkat global.

Menjelang minggu mendatang, Investing.com telah menyusun daftar peristiwa signifikan yang cenderung mempengaruhi pasar.

Senin, 13 Juni

Organisasi Negara Pengekspor Minyak – OPEC akan menerbitkan penilaian bulanan dari pasar minyak.

Selasa, 14 Juni

Kelompok industri American Petroleum Institute akan mempublikasikan laporan mingguanpasokan minyak AS.

Badan Energi Internasional akan merilis laporan bulanan pasokan dan permintaan minyak global.