Pemalsu BPJS di Kabupaten Bandung Dibekuk, Korbannya 65 Orang

SOLID GOLD BERJANGKA – Korban pemalsuan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata tidak hanya berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saja. Pemalsuan kartu palsu menimpa warga Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Di sini korban yang memiliki kartu palsu sebanyak 65 orang.

“Setelah melakukan pengembangan dari kasus temuan BPJS palsu di Cimahi, kami (Polres Bandung) turut mengamankan satu orang lainnya dengan inisial D,” ucap Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Niko Nurulah Adi Putra, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/7/2016).

Pelaku berjenis kelamin perempuan. Dia diamankan pada Senin (25/7) malam kemarin di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan pemeriksaan, D masih satu jaringan dengan Ana Sumarna (42) sebagai dalang pembuatan kartu BPJS palsu di Kabupaten Bandung Barat.

“Pelaku ini, beroperasi di wilayah Arjasari, Soreang Kabupaten Bandung. Pelaku hanya mencari warga yang mau mendaftar jadi peserta BPJD saja,” jelasnya.

Selain mengamankan wanita ini, pihak Sat Reskrim Polres Bandung turut mengamankan beberapa barang bukti yang didapat di kediamannya.

“Ada 27 kartu BPJS palsu yang telah kita amankan, dan kita masih akan terus dalami ini, sementara korban yang sudah ada sekitar 65 orang,” terangnya.

Pelaku dalam aksinya mendata siapa saja warga yang akan ikut dalam peserta BPJS. Lalu data tersebut diberikan kepada Ana Sumarna. Lalu Ana mencetak kartu sesuai dengan data warga yang berada di Kabupaten Bandung.

“Pelaku ini juga, merupakan satu anggota RPD,” jelasnya.

Warga Desa Arjasari pada bulan September 2015 lalu sempat didatangi oleh pihak dari RPD untuk menawarkan program pembuatan BPJS Kesehatan. Modusnya tak berbeda jauh dengan modus yang telah dilakukan oleh Ana di KBB. Warga Arjasari diminta membayar Rp 200 ribu oleh pelaku dengan diiming-imingi kartu BPJS tersebut bisa aktif selamanya.

“Pelaku masih dilakukan pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan,”

Korban pemalsuan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata tidak hanya berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saja. Pemalsuan kartu palsu menimpa warga Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Di sini korban yang memiliki kartu palsu sebanyak 65 orang.

“Setelah melakukan pengembangan dari kasus temuan BPJS palsu di Cimahi, kami (Polres Bandung) turut mengamankan satu orang lainnya dengan inisial D,” ucap Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Niko Nurulah Adi Putra, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/7/2016).

Pelaku berjenis kelamin perempuan. Dia diamankan pada Senin (25/7) malam kemarin di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan pemeriksaan, D masih satu jaringan dengan Ana Sumarna (42) sebagai dalang pembuatan kartu BPJS palsu di Kabupaten Bandung Barat.

“Pelaku ini, beroperasi di wilayah Arjasari, Soreang Kabupaten Bandung. Pelaku hanya mencari warga yang mau mendaftar jadi peserta BPJD saja,” jelasnya.

Selain mengamankan wanita ini, pihak Sat Reskrim Polres Bandung turut mengamankan beberapa barang bukti yang didapat di kediamannya.

“Ada 27 kartu BPJS palsu yang telah kita amankan, dan kita masih akan terus dalami ini, sementara korban yang sudah ada sekitar 65 orang,” terangnya.

Pelaku dalam aksinya mendata siapa saja warga yang akan ikut dalam peserta BPJS. Lalu data tersebut diberikan kepada Ana Sumarna. Lalu Ana mencetak kartu sesuai dengan data warga yang berada di Kabupaten Bandung.

“Pelaku ini juga, merupakan satu anggota RPD,” jelasnya.

Warga Desa Arjasari pada bulan September 2015 lalu sempat didatangi oleh pihak dari RPD untuk menawarkan program pembuatan BPJS Kesehatan. Modusnya tak berbeda jauh dengan modus yang telah dilakukan oleh Ana di KBB. Warga Arjasari diminta membayar Rp 200 ribu oleh pelaku dengan diiming-imingi kartu BPJS tersebut bisa aktif selamanya.

“Pelaku masih dilakukan pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan,”

Korban pemalsuan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata tidak hanya berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saja. Pemalsuan kartu palsu menimpa warga Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Di sini korban yang memiliki kartu palsu sebanyak 65 orang.

“Setelah melakukan pengembangan dari kasus temuan BPJS palsu di Cimahi, kami (Polres Bandung) turut mengamankan satu orang lainnya dengan inisial D,” ucap Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Niko Nurulah Adi Putra, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/7/2016).

Pelaku berjenis kelamin perempuan. Dia diamankan pada Senin (25/7) malam kemarin di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan pemeriksaan, D masih satu jaringan dengan Ana Sumarna (42) sebagai dalang pembuatan kartu BPJS palsu di Kabupaten Bandung Barat.

“Pelaku ini, beroperasi di wilayah Arjasari, Soreang Kabupaten Bandung. Pelaku hanya mencari warga yang mau mendaftar jadi peserta BPJD saja,” jelasnya.

Selain mengamankan wanita ini, pihak Sat Reskrim Polres Bandung turut mengamankan beberapa barang bukti yang didapat di kediamannya.

“Ada 27 kartu BPJS palsu yang telah kita amankan, dan kita masih akan terus dalami ini, sementara korban yang sudah ada sekitar 65 orang,” terangnya.

Pelaku dalam aksinya mendata siapa saja warga yang akan ikut dalam peserta BPJS. Lalu data tersebut diberikan kepada Ana Sumarna. Lalu Ana mencetak kartu sesuai dengan data warga yang berada di Kabupaten Bandung.

“Pelaku ini juga, merupakan satu anggota RPD,” jelasnya.

Warga Desa Arjasari pada bulan September 2015 lalu sempat didatangi oleh pihak dari RPD untuk menawarkan program pembuatan BPJS Kesehatan. Modusnya tak berbeda jauh dengan modus yang telah dilakukan oleh Ana di KBB. Warga Arjasari diminta membayar Rp 200 ribu oleh pelaku dengan diiming-imingi kartu BPJS tersebut bisa aktif selamanya.

“Pelaku masih dilakukan pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan,”