Politikus Golkar Airlangga Hartarto yang Teruskan Jejak Ayah Jadi Menperin

SOLID GOLD BERJANGKA – Partai Golkar mendapat jatah menteri di Kabinet Kerja lewat kadernya, Airlangga Hartarto. Airlangga yang lama menjadi anggota DPR ini menggantikan Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian.

SOLID GOLD BERJANGKA – Airlangga merupakan alumni Universitas Gajah Mada yang berkarir sebagai pengusaha dan pernah menjadi Presiden Direktur sejumlah perusahaan. Dia mendapatkan gelar MBA dari Monash University Australia tahun 1996 dan Master of Management Technology (MMT) dari University of Melbourne, Australia, tahun 1997.

Pria kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962 ini masuk ke DPR sejak 2004. Saat ini, Airlangga menjalani periode ketiganya di Senayan.

Pada periode 2009-2014, Airlangga bertugas menjadi Ketua Komisi VI DPR-RI yag membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM dan BUMN. Di 2014-2019, Airlangga bertugas di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset & teknologi. Kini, dia merupakan anggota Komisi XI yang membidangi keuangan.

Di Golkar, Airlangga pernah menjadi Wakil Bendahara hingga Ketua DPP. Pada Munaslub 2016 lalu, dia mencalonkan diri sebagai salah satu Caketum Golkar. Kalah dari Setya Novanto, Airlangga lalu mendapat posisi sebagai Kepala Korbid Perekonomian Golkar.

Airlangga merupakan putra dari Hartarto Sastrosoenarto, Menteri Perindustrian di era Presiden Soeharto. Kini, dia melanjutkan jejak ayahnya.

“Beliau adalah putra Hartarto yang pernah menjad Menperin. Pengalamanya panjang di DPR, selalu di komisi industri. Dengan demikian penugasan ke Airlangga bisa dilakukan dengan baik,” kata Seskab Pramono Anung saat membacakan profil singkat Airlangga di Istana.