Pria AS Ditembak Polisi Usai Angkat Tangan ke Atas dan Berbaring di Aspal

SOLID GOLD BERJANGKA – Seorang warga AS, Charles Kinsey tetap ditembak polisi Amerika Serikat (AS) setelah mengangkat kedua tangannya ke atas dan berbaring di atas aspal. Saat kejadian, Kinsey yang seorang ahli terapi ini, berusaha menenangkan pasiennya yang menderita autisme.

SOLID GOLD BERJANGKA – Kinsey berusaha menunjukkan dirinya tidak membawa senjata dan tidak berbahaya, kepada polisi yang menduganya sebagai pria bersenjata mencurigakan di North Miami pada Senin (18/7) malam. Saat itu, pria berusia 47 tahun tersebut sedang bersama pasiennya yang berusia 23 tahun.

SOLID GOLD BERJANGKA -“Benda yang dia (pasien autisme) bawa adalah truk mainan. Saya seorang ahli terapi perilaku dari sebuah kelompok rumahan,” terang Kinsey kepada polisi yang mendatanginya, seperti dilansir CNN, Jumat (22/7/2016).

Kinsey meminta pasiennya, yang terduduk di sebelah, untuk ikut berbaring dan tenang. Namun sang pasien malah berteriak meminta Kinsey diam dan tidak mematuhi permintaannya. Insiden ini terekam video amatir yang dirilis oleh pengacara Kinsey.

“Saya lebih khawatir soal keselamatannya (pasiennya) daripada diri saya sendiri,” tutur Kinsey kepada media lokalWSVN-TV, afiliasi CNN.

Kinsey mengaku dirinya terus berbaring di aspal dengan kedua tangan terus terangkat ke atas dan mematuhi setiap perintah polisi. “Selama saya mengangkat tangan saya, mereka (polisi) tidak akan menembak saya. Itu yang saya pikir. Wow, ternyata saya salah,” ucapnya dari ranjang rumah saki.

Menurut pengacaranya Hilton Napoleon II, Kinsey mengalami luka tembakan di kaki kanan, setelah dua hingga tiga tembakan dilepaskan polisi. Kinsey menuturkan, dirinya diamankan di atas aspal oleh polisi, dengan punggungnya menghadap ke atas dan kemudian diborgol, usai ditembak polisi. Ditambahkan Napoleon, kliennya sempat dibiarkan di bawah selama 20 menit sebelum akhirnya ambulans datang dan dia dilarikan ke rumah sakit.

Kinsey mengaku tertegun ketika menyadari dirinya tertembak polisi. “Ketika polisi itu menembak saya, saya seperti, saya masih mengangkat tangan saya ke udara. Saya seperti, ‘Pak, kenapa Anda menembak saya?’ Polisi itu mengatakan kepada saya, ‘Saya tidak tahu’,” terangnya.

Kepolisian North Miami menyatakan saat itu, personelnya tengah berusaha bernegosiasi dengan dua pria di lokasi kejadian. Polisi mendatangi lokasi usai laporan layanan darurat 911 menyebut ada keberadaan pria bersenjata yang mengancam bunuh diri.

“Personel kami mendatangi lokasi dengan berpikir ada ancaman. Kami memiliki keterangan saksi mata soal adanya senjata. Kami mendapat panggilan 911 dengan informasi yang sama. Namun, saya ingin memperjelas, tidak ada senjata yang ditemukan di lokasi,” tutur Kepala Kepolisian North Miami, Gary Eugene, kepada wartawan.

Insiden ini diselidiki oleh otoritas negara bagian Florida. Jaksa akan memutuskan apakah polisi yang menembak Kinsey akan dijerat dakwaan pidana atau tidak. Kasus ini membangkitkan ketegangan rasial, karena Kinsey yang seorang pria kulit hitam ditembak oleh polisi, yang dilaporkan sebagai pria keturunan Hispanik berusia 30 tahun. Polisi yang menambak Kinsey tidak disebut identitasnya, namun telah diskors sebagai sanksi administratif.