Kontrak Gulir Harian Emas Loco London adalah produk derivatif dari indeks nikkei 225 yang di transaksikan melalui mekanisme Sistem Perdagangan Alternatif di Bursa Berjangka Jakarta, dengan harga referensi mengacu pada harga fisik emas Loco London Over-The-Counter (OTC) di New York.

1. Sejarah Perdagangan Emas

           Pasar emas fisik ( Spot Gold ) terbesar dunia adalah Londong dan Zurich, akan tetapi paling menonjol. London tumbuh mendominasi pasar emas pada saat emas menjadi mata uang utama. Penemuan signifikan di Ural ( Rusia ) telah meningkatkan produksi emas global  pada abad 18. Pertengahan abad 19 menjadi momen bagi inggris untuk mendominasi perdagangan dan keuangan dunia, sebagai sumber modal untuk pertambangan emas, dan menjadi standart emas mata uang lokal. Sehingga London menjadi pusat perdagangan dan penyelesaian emas dunia.

2. Perdagangan Emas OTC

          Pasar emas London merupakan pasar Over-The-Counter yang berarti perdagangan di lakukan secara langsung antara dua pihak yang terlibat, dan tidak melalui pihak ketiga yang mengatur perdagangan, seperti bursa. Pasar OTC berlangsung selama 24 jam sehari dan tidak mempunyai struktur formal dan tidak ada tempat pertemuan sentral. Sebagian besar perdagangan di lakukan melalui telphon atau sistem dealing elektronik. Di pasar finalsial global saat ini, perdagangan emas di London hampir terselenggara sepanjang waktu di seluruh dunia. Harga bid dan ask di kuotasikan secara kontinyu di dalam sistem informasi pasar finansial yang dapat di akses seperti reuters.

3. Harga Emas

  • Standart Emas ( Bretton Woods, 1944 )Harga emas di tetapkan $35 per ounce dan mata uang $1 merupakan representasi dari 1/35 ounce emas.
  • London Gold Fixing ( Sejak 1968 )
    Ditetapkan 2 kali sehari berdasarkan hasil rapat perwakilan 5 perusahaan bullion trading.
  • Spot Gold ( Sejak Nixon Shock 1971 )Kebijakan pemerintah Amerika untuk memberhentikan konversi langsung mata uang USD terhadap emas.

4. Analisis Pasar Emas
Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas dunia, antara lain :

  • Perubahan Kurs
    Melemahnya kurs dollar AS biasanya mendorong kenaikan harga emas dunia. Hal ini di sebabkan karena para investor memilih untuk menjual mata uang dollar milik mereka dan kemudian membeli emas yang di nilai mampu melindungi nilai asset yang mereka miliki.
  • Situasi Politik
    Apabila situasi politik suatu negara semakin tidak menentu, umumnya akan memicu kenaikan harga emas, khususnya pada kondisi perang. seperti perang AS dan sekutunya versus irak pada 2002 hingga awal 2003. Pada moment itu pelaku pasar beralih dari pasar uang dan pasar saham ke investasi emas sehingga permintaan emas melonjak tajam.
  • Supply and Demand
    Semakin tinggi permintaan terhadap emas maka akan memicu kenaikan harga emas dunia. Begitu juga sebaliknya. Misal di pertengahan tahun 1998, dimana harga emas terus merosot. Saat itu, bank-bank sentral di Eropa menyatakan akan mengurangi cadangan emasnya sehubungan rencana pemberlakuan mata uang euro. Harga emas langsung anjlok disekitar 290 dollar per troy ounce.
  • Situasi Ekonomi Global
    Situasi ekonomi yang tidak menentu dapat mengakibatkan inflasi tinggi. Emas biasa di gunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Korelasi emas dengan sektor moneter dan pasar keuangan ( Financial market ) juga didasari sifat harga emas yang tidak punya efek inflasi ( Zero inflation effect ), dimana bila terjadi kenaikan harga maka harga emas akan cenderung meningkat. Atas dasar hal tersebut, maka pada saat kondisi ekonomi memburuk atau terjadi ketidakpastian akan prospek perekonomian maka semua pihak akan cenderung memegang emas sebagai asset di bandingkan bentuk asset lainnya.
  • Suku Bunga
    Ketika tinggkat suku bunga naik, ada usaha yang besar untuk tetap menyimpan uang pada deposito ketimbang emas yang tidak menghasikan bunga ( non interest-bearing ). Ini akan menimbulkan tekanan pada harga emas. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas akan cenderung naik.