Станок-качалка компании PetroChina на нефтяном месторождении в Китае 4 ноября 2007 года. Нефть Brent упала во вторник до нового 5,5-летнего минимума, так как опасения о переизбытке поставок перевесили страхи, вызванные срывом добычи в Ливии. REUTERS/Stringer

Станок-качалка компании PetroChina на нефтяном месторождении в Китае 4 ноября 2007 года. Нефть Brent упала во вторник до нового 5,5-летнего минимума, так как опасения о переизбытке поставок перевесили страхи, вызванные срывом добычи в Ливии. REUTERS/Stringer

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Harga minyak naik untuk pertama kalinya dalam tujuh sesi di hari Jumat, memantul dari level terendah empat minggu setelah dolar AS melemah yang memberikan dukungan terhadap komoditas dan juga meredanya sementara kekhawatiran atas potensi Inggris Raya keluar dari Uni Eropa.

Dolar turun 0,5% pada hari Jumat, mundur teratur dari level tertinggi dua minggu sehari sebelumnya. Sentimen pasar pulih dengan kemungkinan meredanya kekhawatiran atas Brexit sementara ini dan juga para pedagang mencoba untuk menilai apakah pembunuhan anggota parlemen Inggris yang pro-Uni Eropa dapat mengubah keseimbangan pendapat direferendum Inggris mendatang tentang keanggotaannya di Uni Eropa.

Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Agustus melonjak $1,98, atau 4,2%, untuk menetap di $49,17 per barel pada penutupan perdagangan Jumat. Sehari sebelumnya, harga Brent turun menjadi $46,94, level yang tidak terlihat sejak 12 Mei.

Meskipun raih keuntungan pada hari Jumat, Brent berjangka London diperdagangkan rugi $1.25, atau 2.71% pada minggu ini, akibat kekhawatiran global atas potensi Brexit yang membebani keinginan untuk berinvestasi di aset berisiko.

Kemenangan hasil voting Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa mungkin berujung pada Eropa kembali ke resesi, menempatkan lebih banyak tekanan terhadap ekonomi global dan merusak prospek permintaan minyak di masa mendatang.

Harga Brent berjangka hampir 7% di bawah level tertinggi 2016 di $52,86 terdongkrak di awal bulan ini di tengah meredanya kekhawatiran atas gangguan pasokan global.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka New York, minyak mentah untuk pengiriman Juli naik $1,77, atau 3,83%, untuk mengakhiri minggu di $47,98 per barel. Sebelumnya harga turun menjadi $45,83, terendah sejak 13 Mei.

Untuk minggu ini, minyak berjangka New York diperdagangkan merosot 87 sen, atau 2,22%, dengan tanda-tanda pemulihan potensial dalam kegiatan pengeboran domestik AS.

Penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Sabtu pagi lalu bahwa jumlah pengebor sumur minyak di AS meningkat sembilan di pekan lalu menjadi 337, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Dengan keuntungan baru dalam kegiatan pengeboran AS tersebut memicu spekulasi bahwa produksi dalam negeri AS bisa berada di ambang rebound dalam beberapa minggu ke depan, menggarisbawahi kekhawatiran atas kelebihan pasokan.

Minyak mentah berjangka AS turun hampir 8% sejak mencapai level tertinggi 2016 dekat $52 per barel pada 9 Juni lalu. Meskipun menderita kerugian baru-baru ini, harga minyak Nymex masih naik hampir 80% sejak jatuh ke posisi terendah 13 tahun di $26,05 pada awal Februari lalu. Namun, dengan harga sekarang di tingkat yang membuat pengeboran lebih ekonomis bagi beberapa perusahaan, jumlah pengebor mungkin akan segera naik dan penurunan produksi minyak AS dapat melambat.

Sementara itu, Brent premium untuk kontrak minyak mentah West Texas Intermediate berada di $1,19 pada hari Jumat, dibandingkan dengan gap 98 sen di penutupan perdagangan Kamis.

Pada minggu depan, pelaku pasar akan mengalihkan penuh perhatiannya pada referendum yang sangat diantisipasi apakah Inggris tetap di Uni Eropa pada hari Kamis besok.

Pedagang minyak juga akan fokus pada data persediaan AS di hari Selasa dan Rabu untuk sinyal pasokan dan permintaan baru.

Menjelang minggu depan, Investing.com telah menyusun daftar ini dan peristiwa signifikanlainnya yang cenderung mempengaruhi pasar.

Selasa, 21 Juni

Kelompok industri American Petroleum Institute, akan mempublikasikan laporan mingguan persediaan minyak mentah AS.

Rabu, 22 Juni

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan stok minyak dan bensin.

Kamis, 23 Juni

Inggris Raya akan memberikan suara pada referendum untuk memutuskan apakah terus menjadi bagian dari Uni Eropa.

Jumat, 24 Juni

Baker Hughes akan merilis data mingguan pada jumlah pengebor sumur minyak AS.