Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.

PT Solid Berjangka Makassar – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona merah. IHSG bergerak ke zona merah setelah pagi tadi dibuka positif.

Pada perdagangan sesi I jeda siang ini, IHSG melemah 5 poin (0,09%) ke 6.175,883. Indeks LQ45 juga melemah 0,7 poin ke 949,54

Pada pagi ini IHSG dibuka menguat 23 poin (0,38%) ke level 6.205. Indeks LQ45 juga naik 3 poin (0,56%) ke level 954.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 31,375.83 (-0.03%), NASDAQ ditutup 14,007.70 (+0.14%), S&P 500 ditutup 3,911.23 (-0.11%). Bursa saham US ditutup bercampur setelah 6 hari berturut-turut menguat. Penurunan disebabkan investor melakukan aksi profit taking.

Masih terus dalam pengawasan, rencana paket stimulus yang telah disetujui oleh Demokrat pada Senin lalu untuk memberikan US$1,400 kepada penduduk di US. Selain itu, investor juga mulai merasa distribusi vaksin lebih lambat daripada ekspektasi, dan juga mulai banyaknya variant mutasi virus dapat menekan penguatan dari index saham. Bursa saham Asia dibuka bercampur. Index Nikkei dibuka melemah. Investor di Asia akan memperhatikan data inflasi China yang akan terbit pada hari ini.

Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:

* Indeks Nikkei berkurang 23 poin ke 29.482
* Indeks Hang Seng naik 457 poin ke 29.933
* Indeks Shanghai menguat 32 poin ke 3.635
* Indeks Strait Times melemah 5 poin ke 2.929

4 Saham Ini Dipantau Ketat BEI

Emiten-emiten itu yakni, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), PT Puri Global Sukses Tbk (PURI), PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA). Pengumuman pemantauan ini dirilis berturut-turut pada 8-9 Februari 2021.

Dalam pengumuman yang disampaikan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, pergerakan UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Namun, sehubungan dengan terjadinya UMA, saat ini bursa sedang mencermati perkembangan mengenai transaks saham emiten yang masuk radar pemantauan bursa tersebut.