Menteri Susi: Habibie Pelopor Pers Bebas & Merdeka

 

PT Solid Berjangka Makassar – Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai sosok mendiang Presiden ke-3 RI B.J Habibie adalah pribadi yang luar biasa dan menjadi pelopor kebebasan pers di Indonesia.

“Saya pikir kita berduka dan satu kehilangan yang luar biasa, untuk saya Pak Habibie adalah pelopor kebebasan kemerdekaan beliau juga yang membuka pers untuk sangat bebas dan merdeka,” kata Susi saat melayat di rumah duka di Patra Kuningan, Kamis ini (12/9/2019).

Menteri Susi menegaskan mengenal baik dengan sosok teknokrat Indonesia itu. “Untuk saya pribadi saya mengenal beliau beberapa kali ketemu dari sebelum saya jadi menteri selalu men-support, ah kamu good Indonesia, perlu commuter service. Terakhir ketemu di Batam akhir April lalu, saya habis penenggelaman kapal,” cerita Susi.

“Terus cerita sama beliau, beliau bilang go still standbe strong, continue your work, tapi luar biasa selalu memberikan optimisme dan dukungan dan selalu positif, beliau tidak pernah punya energi yang negatif, selalu positif kalo ketemu beliau, negara ini kehilangan penegak demokrasi dan juga kebebasan demokrasi,” tegas Susi.

Presiden RI ke-3 periode 1998-1999, BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB Rabu ini setelah dirawat di di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis iin 12 September pukul 12.00 siang.

Atas wafatnya B.J Habibie, Kementerian Sekretaris Negara sudah mengeluarkan surat edaran bersifat sangat segera dalam hal Pengibaran Bendera Negara Setengah Tiang dan Hari Berkabung Nasional.

Pengibaran bendera negara setengah tiang dilakukan selama 3 hari berturut-turut terhitung mulai tanggal 12 September sampai dengan 14 September 2019 sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang (UU) 24/2009.