PT SOLID BERJANGKA

PT SOLID BERJANGKA

PT SOLID BERJANGKA MAKASSAR – PT Lippo Karawaci Tbk(LPKR) membukukan pendapatan sebesar Rp7,5 triliun sepanjang kuartal III/ 2017. Sementara untuk laba kotor dan laba bersih masing-masing sebesar Rp3,2 triliun dan Rp625 miliar.

Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya mengatakan, pendapatan perseroan pada kuartal III/2017 disum bang dari pendapatan recurring LPKR yang tumbuh sebesar 11% menjadi Rp5,5 triliun. ”Ini serta memberikan kontribusi sebesar 74% terhadap total pendapatan LPKR untuk periode sembilan bulan 2017,” kata Ketut dalam siaran pers nya kemarin.

Lebih lanjut Ketut mengungkapkan, untuk pendapatan divisi residensial dan urban development turun sebesar 20% menjadi Rp1,9 triliun. Hal ini terutama dipicu oleh menurunnya pendapatan dari towns hips sebesar 32% menjadi Rp957 miliar, yang mencerminkan pelemahan pasar properti di Indonesia selama sembilan bulan 2017.

 ”Pendapatan dari Large Scale Integrated sebesar Rp983 miliar di mana terdapat pengakuan pendapatan dari proyek-proyek yang sedang dibangun, terutama dari CBD Meikarta dan Millenium Village,” katanya. Sementara untuk bisnis health care terus memberikan kon tribusi pertumbuhan yang berkesinambungan dengan pendapatan meningkat 12% menjadi Rp4,3 triliun.
Pasien rawat inap tumbuh 6%, sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 16%. Sepanjang 2017, 8 rumah sakit baru telah dibuka sehingga jumlah rumah sakit menjadi 31 rumah sakit dengan 3.336 tempat tidur operasional.

Selain itu, pada akhir Oktober 2017, Siloam telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas kedua, menghimpun dana sebesar Rp3,1 triliun, di mana semua saham yang ditawarkan sejumlah 325.153.125 terserap oleh pasar. LPKR mempertahankan kepemilikan mayoritasnya menjadi 51,05%. Sementara CVC meningkatkan ke pemilikannya menjadi 15,66%.

Pendapatan divisi komersial yang terdiri atas malritel & hotel mencapai sebesar Rp550 miliar. Pendapatan mal naik 9% menjadi Rp284 miliar yang terutama ditopang oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri, Buton, dan Jambi. ”Pendapatan hotels & hospitality sebesar Rp266 miliar,” tuturnya.

Sementara pendapatan divisi manajemen aset meningkat sebesar 9% menjadi Rp707 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh membesarnya basis aset yang dikelola serta bertumbuhnya fee dan pendapatan dividen dari kedua REITS kami di Singapura. Dalam kesempatan ini, lanjut dia, LPKR menyatakan keberhasilan penjualan dua aset ke REITs di Singapura.

Penjualan Lippo Plaza Jogya (LPJ) ke LMIRT serta penjualan dan penyewaan kembali Siloam Hospital Yogyakarta (SHYG) ke First REIT, keduanya telah tuntas pada 22 Desember 2017. Dengan penjualan LPJ, pendapatan LPKR pada laporan keuangan tahun 2017 akan meningkat sekitar Rp579 miliar dan laba bersih akan naik sekitar Rp237 miliar.

Selain itu, dengan selesainya akuisisi LPJ, portofolio LMIR Trust berkembang menjadi 23 mal ritel dan 7 ruang ritel diberbagai lokasi di seluruh Indonesia. Juga dengan selesainya aku isi si SHYG, portofolio First REIT berkembang menjadi 20 properti yang terletak di Indonesia, Singapura, dan Korea Selatan.

”Saya sangat gembira transaksi penjualan aset Yogya telah tuntas, sesuai dengan harapan pada akhir 2017. Hal ini akan meningkatkan pendapatan dan laba bersih LPKR 2017,” katanya – PT SOLID BERJANGKA