Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).

PT Solid Berjangka Makassar – Wall Street ditutup beragam Rabu (14/4). Nasdaq Composite dan S&P 500 tercatat anjlok yang sebelumnya sempat mencetak rekor intraday tertinggi.

Dow Jones Industrial Average naik 54,87 poin, atau 0,16% menjadi 33.732,14, S&P 500 anjlok 16,75 poin, atau 0,40% kini di angka 4.124,84. Sedangkan Nasdaq Composite turun 138,26 poin, atau merosot 0,99% menjadi 13.857,84.

Sementara, bank-bank besar AS melaporkan keuntungan besar di kuartal I-2021 hingga mendorong saham bank melonjak. Saham Goldman Sachs Group Inc dan Wells Fargo & Co naik karena keuntungan besar di kuartal I. Namun, saham JPMorgan Chase & Co turun meski pendapatan bank terbesar AS itu melonjak hampir 400%.

“Pendapatan bank kuat, tetapi pasar mengharapkan mereka menjadi kuat,” kata Kepala Strategi Ekuitas di MAI Capital Management, Christopher Grisanti dikutip dari Reuters.

Grisanti mengatakan penyaluran pinjaman oleh JP Morgan dan Wells Fargo turun dari tahun lalu. Investor akan mengamati hal ini dengan hati-hati dalam pendapatan mendatang dari bank-bank kecil, yang lebih fokus pada pinjaman tradisional dan pengambilan simpanan.

Sektor keuangan S&P 500 adalah salah satu dari kinerja terbaik kuartal I, naik 15% bahkan ketika Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu dekat. Sektor energi S&P 500 mengalami kenaikan terbesar di antara 11 sub-indeks, karena harga minyak yang lebih tinggi.

Coinbase Global Inc melonjak pada listingnya di Nasdaq. Sahamnya dibuka pada US$ 381 naik dari harga sebelumnya US$ 250.

Cryptocurrency dan perusahaan blockchain termasuk Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings kini anjlok setelah melonjak menjelang debut Coinbase dan saat bitcoin mencapai rekor tertinggi lebih dari US$ 63.000.

Neraca Dagang Maret Surplus US$ 1,57 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Maret 2021 kembali surplus. Dengan ekspor US$ 18,35 miliar dan impor US$ 16,79 miliar, maka neraca dagang Maret 2021 tercatat US$ 1,57 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (15/4/2021), mengatakan impor Indonesia pada Maret 2021 US$ 16,79 miliar. Angka ini tercatat naik cukup tinggi 25,73% dibanding Maret 2020.

“Seperti juga ekspor, impor pada Maret 2021, nilai impor Maret 2021 sebesar US$ 16,79 miliar. Artinya kalau dibandingkan Februari impor pada Maret naik 26,55%, sementara kalau dibandingkan tahunan yoy impor RI naik 25,73%” katanya.

“Jadi baik ekspor maupun impor tumbuh tinggi dua digit,” jelas Suhariyanto.

Impor Indonesia pada Maret ini naik signifikan karena komoditas migas dan non migas. Untuk impor migas naik hingga 74,74% karena ada kenaikan nilai impor minyak mentah dan hasil minyak.

“Secara yoy kenaikan naik 25,73%, karena kenaikan kenaikan migas dan impor non migas,” katanya.

Sedangkan bila dilihat dalam periode Januari hingga Maret, impor Indonesia juga naik tinggi hingga US$ 16,79 miliar dolar. “Jadi dari grafik terlihat impor Indo kenaikan tumbuh positif sejak bulan Februari 2021, dan sekarang naik lebih tinggi,” kata Suhariyanto.

Berikut data Neraca dagang Indonesia 2021:

Januari surplus US$ 2 miliar
Februari surplus US$ 2,01 miliar
Maret Surplus US$ 1,57 miliar