https: img-k.okeinfo.net content 2017 10 16 18 1795957 okezone-story-akhir-tragis-mata-hari-si-ratu-mata-mata-berkedok-penari-erotis-v6bNRTBMBr.jpg

PT SOLID GOLD BERJANGKA – Bond versi perempuan. Demikian panggilan yang disematkan kepada Mata Hari, seorang agen mata-mata kelas wahid berpaspor Belanda. Perempuan bernama asli Margaretha Geertruida Zelle itu sempat dianggap sebagai perempuan paling berbahaya di awal abad ke-20 di Eropa.

Familiar dengan kata mata dan hari? Perempuan kelahiran 1876 itu memang pernah tinggal di Indonesia, tepatnya Hindia Belanda dan sempat menikah dengan seorang pria. Akan tetapi, pernikahan itu berakhir dengan tragis dan Mata Hari memilih untuk bermigrasi ke Benua Biru.

Tiba lah ia di Paris, Prancis, pada 1905. Hingga kedatangannya di ibu kota mode tersebut, Mata Hari terkenal ahli meliuk-liukkan tubuhnya. Ia dikenal sebagai penari asal Asia yang sangat eksotis meski sebenarnya lahir di Belanda.

Kemolekan tubuh Mata Hari mampu memesona siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dengan modal penampilan nyaris telanjang, sedikit erotis, dan tarian menggoda, Mata Hari mampu menyedot perhatian penonton lintas Eropa, antara lain Berlin, Wina, dan Madrid.

Banyak di antara pengagumnya berasal dari kalangan militer dan tokoh politik di Eropa. Namun, keadaan berubah ketika Perang Dunia I meletus di Eropa. Para laki-laki kelas atas tidak hanya ingin menikmati indahnya tubuh Mata Hari, tetapi lebih dari itu, yakni informasi berharga.

Menurut sumber sejarah yang dikutip BBC, Mata Hari sempat diinterogasi oleh MI6, agen intelijen Inggris, pada 1916. Setelah pemeriksaan tersebut, ia lantas kembali ke Prancis lewat Spanyol. Di Negeri Matador, Mata Hari disewa untuk menemani Atase Militer Jerman, Arnold von Kalle.

baca selengkapnya : solid gold , solid gold berjangka , pt solid gold berjangka

Berdasarkan kisah yang berkembang, ia sengaja menarik perhatian von Kalle sebagai bagian dari perjanjian awal dengan agen mata-mata Prancis. Mata Hari diyakini telah berperan sebagai agen mata-mata Prancis yang ditugaskan untuk mencari informasi berguna bagi Pasukan Sekutu.

Akan tetapi, penyamarannya terbongkar oleh telegram yang dikirim oleh Arnold von Kalle ke Berlin. Pria itu menyebut ‘Agen H21’. Dalam pesannya, von Kalle mengungkapkan alamat, rekening bank, dan bahkan nama Mata Hari sebagai pelayannya. Dari situ terungkap bahwa Mata Hari adalah si agen H21.

Pesan dalam telegram itu berhasil disadap oleh mata-mata Prancis. Ia ditangkap pada Februari 1917. Dalam pemeriksaan pada Juni 1917, Mata Hari mengaku telah direkrut oleh Jerman pada 1915 di Den Haag, Belanda. Ia terpaksa melakukan hal tersebut karena terjebak dalam perang yang keburu meletus.

Mata Hari saat itu sangat ingin segera kembali ke Prancis, tempatnya menetap. Ia langsung menyambut tawaran dari Konsul Jerman di Belanda, Karl Kroemer, yang menawarinya perlindungan selama perjalanan ke Prancis. Sebagai imbalan, Mata Hari wajib memberikan informasi berguna bagi Jerman secara berkala. Dari sana lah muncul Agen H21.

Perempuan itu bersikeras hanya ingin mengambil uang dan lari. Mata Hari menegaskan bahwa kesetiaannya hanya kepada Pasukan Sekutu, yang sebelumnya sudah ditunjukkan dengan kesanggupan menolong intelijen Prancis. Akan tetapi, semua bukti yang cukup valid bertentangan dengan keterangannya.

Perempuan berjuluk ratu mata-mata itu akhirnya harus menerima pengadilan militer yang memvonis hukuman mati. Pada 15 Oktober 1917 pagi, iring-iringan kendaraan militer meninggalkan Penjara Saint-Lazare di Paris menuju Chateau de Vincennes.

Ditemani dua orang biarawati dan pengacaranya, Mata Hari digiring ke tiang eksekusi. Sebanyak 12 orang regu tembak sudah siap mengarahkan butir peluru ke jantung sang ratu. Beberapa laporan menyebutkan Mata Hari menolak untuk ditutup matanya saat menghadapi regu tembak.

Dengan satu tangan terikat dan tangan lainnya melambai ke pengacara, komandan regu tembak memberi aba-aba bagi pasukannya. Desingan pistol terdengar nyaring memecah keheningan pagi. Peluru menembus tubuh sintal Mata Hari yang saat itu berusia 41 tahun.

Mata Hari berlutut dalam keadaan terikat. Sebagaimana prosedur hukuman mati, seorang petugas harus memastikan bahwa terpidana sudah meninggal. Demi kepastian, petugas itu mendekati tubuh Mata Hari, mencabut pistolnya, dan menembak ke arah kepala. Tentu saja, si ratu meregang nyawa.

Setelah eksekusi, tidak ada yang mau mengklaim jenazahnya. Tubuh Mata Hari kemudian dikirim ke sekolah kedokteran di Paris dan digunakan untuk praktik pembedahan. Kepalanya diawetkan di Museum Anatomi, tetapi hilang 20 tahun lalu. Akhir tragis bagi si ratu mata-mata.

Baca Juga Artikel Keren & Terupdate Kami Lainnya Di :

blogspot.com 

wixsite.com wordpress.com weebly.com blogdetik.com
strikingly.com jigsy.com spruz.com bravesite.com