SOLID GOLD BERJANGKA – China tengah siap mengucurkan pinjaman senilai US$ 24 miliar, atau sekitar Rp 312 triliiun kepada Bangladesh. Pinjaman dikucurkan saat Presiden China, Xi Jinping mengunjungi Bangladesh.

Pinjaman atau utang ini diberikan untuk membangun pembangkit listrik, pelabuhan, dan rel kereta.

Kunjungan Xi ini merupakan kunjungan pertama presiden China dalam 30 tahun terakhir. China memang ingin mengembangkan perannya dalam proyek infrastruktur di dunia. Untuk Bangladesh, selain China, India juga suda masuk memainkan perannya mengembangkan proyek infrastruktur.

Jepang membantu India dalam menggenjot proyek infrastruktur di Bangladesh, dengan menawarkan utang pembiayaan proyek dengan bunga rendah. China, serta Jepang bersama India, berlomba untuk menancapkan pengaruhnya di Bangladesh lewat proyek infrastruktur.

China sendiri berencana membiayai 25 proyek infrastruktur di Bangladesh yang berpenduduk 160 juta jiwa. Proyek infrastruktur ini termasuk pembangkit listrik berkapasitas 1.320 megawatt (MW) dan juga pelabuhan laut dalam.

“Kunjungan Xi menjadi tonggak baru. Sejumlah kesepakatan utang berjumlah besar akan diteken saat kunjungan Xi, nilainya US$ 24 miliar,” kata Menteri Keuangan Bangladesh, M.A Mannam, dilansir dari Reuters, Jumat (14/9/2016).

“Kebutuhan infrastruktur kami besar, sehingga kami butuh utang yang besar,” tambahnya.

China memang berencana membangun pelabuhan laut dalam di Sonadia, Bangladesh. Namun rencana ini tertahan bertahun-tahun.

Tahun lalu, India lewat Perdana Menteri Narendra Modi, telah memberikan pinjaman US$ 2 miliar kepada Bangladesh.