Foto: Grandyos Zafna

PT SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumpulkan para pelaku pasar modal, mulai investor ritel hingga manajer investasi. Mereka dikumpulkan setelah Indeks Harga Saham Gabung (IHSG) anjlok cukup dalam.

BEI menilai hal itu hanya karena kepanikan sesaat di pasar. Penyebabnya tentu lantaran kejatuhan nilai tukar rupiah.

Dalam acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, serta direksi BEI. Di hadapan para pelaku pasar mereka menjelaskan tentang kondisi makro ekonomi saat ini.

“Kami dari pemerintah hanya paparkan tentang kondisi ekonomi yang terjadi saat ini. Termasuk komponen pertumbuhan seperti konsumsi, investasi dan ekspor impor. Kami juga sampaikan tentang kondisi APBN terakhir,” tuturnya di Gedung BEI.

Secara umum Suahasil menjelaskan pemerintah terus mengawal pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dari sisi neraca pembayaran, dia menekankan pemerintah yakin defisit transaksi berjalan tahun inj diperkirakan mencapai 2,1%.

“Kita juga sampaikan bahwa di mana titik stabilitas yang kita jaga, titik potensi pertumbuhan,” tambahnya.

Hoesen menambahkan, upaya ini juga dalam rangka meredam aksi spekulasi yang terjadi di pasar belakangan ini. Meskipun dia menilai aksi spekulasi yang terjadi merupakan hal yang wajar.

“Dalam kondisi normal pun ada spekulator. Itu mereka ambil tindakan tapi tidak tahu persis apa yang akan terjadi jadi untung-untungan. Saya tegaskan tadi jangan ikut-ikutan spekulator. Ini ekonomi kita bagus kok,” ujarnya.

Dia juga mengajak para pelaku pasar justru mengambil kesempatan saat pasar sedang jatuh. Sebab banyak saham-saham murah sudah under value.

“Kalau dilihat triwulan II semua emiten kita laba bersihnya bagus. Kenapa valuasi-nya sudah rendah tidak dibeli,” tegasnya – PT SOLID GOLD BERJANGKA